Adakah Efek Samping Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa Ramadhan?

Rep: Dessy Susilawati/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 14 Apr 2021 05:00 WIB

Adakah Efek Samping Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa Ramadhan?. Foto: Vaksinasi covid-19 Foto: AP/Alberto Pezzali Adakah Efek Samping Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa Ramadhan?. Foto: Vaksinasi covid-19

Program vaksinasi covid-19 saat puasa Ramadhan tetap dilanjutkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Saat ini program vaksinasi Covid-19 masih berlanjut meski sudah memasuki bulan Ramadhan. lalu apakah ada dampak vaksinasi Covid-19 selama Ramadhan?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bekasi Utara, dr Kathi Swaputri Kancana, mengatakan pada dasarnya, tidak ada dampak atau efek vaksinasi Covid-19 tertentu ketika orang berpuasa atau tidak berpuasa.

“Setelah vaksinasi Covid-19, tubuh kita akan mulai merespon vaksin yang masuk untuk membentuk antiobodi yang akan tercapai maksimal hingga 28 hari pascavaksin dosis kedua. Pada beberapa kondisi memang akan terjadi reaksi seperti nyeri pada bekas suntikan yang akan hilang sekitar maksimal 2 hari setelah vaksinasi atau reaksi lainnya seperti kelelahan. Reaksi tersebut merupakan respons tubuh kita yang sedang bekerja membentuk antibodi,” ujarnya.

Ketua gugus Covid-19 Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Yoana Periskila, MKK, mengatakan jika terdapat seseorang yang merasa lemas ketika berpuasa dan sedang dilakukan Vaksinasi Covid-19, sebaiknya peserta vaksinasi tersebut langsung beristirahat dan tidak melakukan kegiatan berat. Disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang ketika sahur dan berbuka puasa.

Namun, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pentakit Infeksi Tropis Primaya Hospital Makassar, Dr dr. Rachmat Latief, Sp.PD, KPTI, perlu dibedakan apakah seseorang yang dilakukan vaksin Covid-19 merasa lemas karena berpuasa atau karena hal lain.

“Kondisi badan lemas ketika berpuasa biasanya disebabkan oleh penurunan kadar glukosa saat pagi hingga siang hari dimana setelah itu tubuh akan berproses untuk mencukupkan kadar glukosa dalam darah dengan mengambil glukosa cadangan dalam tubuh dan hal ini sama sekali tidak berdampak pada pasca penyuntikan Vaksin Covid-19,” ujar dokter Rachmat.

Baca juga : Varian Covid-19 Afsel Bisa Tembus Proteksi Vaksin Pfizer

Maka dari itu, menurut dokter Yoana, penting bagi setiap orang untuk selalu memerhatikan kondisi fisik tubuh sebelum Vaksinasi Covid-19, baik ketika berpuasa maupun tidak sedang berpuasa.

Ia menambahkan bahwa sebelum vaksinasi Covid-19, pastikan peserta vaksinasi dalam kondisi sehat serta tidak ada keluhan seperti demam, sesak, batuk, dan penyakit komorbid lainnya. Peserta vaksinasi Covid-19 harus dalam kondisi stabil, istirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi tinggi dan takaran cukup untuk tubuh. Sesudah vaksinasi Covid-19, peserta vaksinasi dianjurkan untuk beristirahat dan lakukan kegiatan ringan.

“Baik ketika vaksinasi Covid-19 atau tidak, selama bulan puasa ini, pola makan yang baik ketika menjalani puasa sangat penting untuk tetap menjaga daya tahan tubuh. Karbohidrat dan protein sebagai sumber energi tentunya harus kita konsumsi selama bulan puasa. Asupan vitamin, termasuk vitamin D, juga dapat membantu mempertahankan daya tahan tubuh selama pandemi di bulan Ramadhan ini,” ujar dokter Kathi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X