Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Target Produksi Naik, Pengusaha Batu Bara Ajukan Revisi RKAB

Selasa 13 Apr 2021 13:19 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Aktivitas bongkar muat batubara di area pertambangan. ilustrasi

Aktivitas bongkar muat batubara di area pertambangan. ilustrasi

Foto: Antara/Prasetyo Utomo
Permintaan ekspor batu bara pada tahun ini diprediksi meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian ESDM meningkatkan target produksi batu bara pada tahun ini dari 550 juta ton menjadi 625 juta ton. Sinyal dari pemerintah ini membuat beberapa perusahaan batu bara berencana mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menjelaskan, kenaikan target produksi ini disambut baik oleh para perusahaan batu bara. Ditengah kondisi perbaikan harga batu bara secara global menjadi peluang untuk meningkatkan kinerja perusahaan batu bara melalui ekspor.

"Iya, kami mendengar ada beberapa perusahaan yang telah dan akan mengajukan proposal revisi RKAB ke pemerintah. Hal ini didorong kondisi harga yang sedang membaik sehingga pelaku usaha mencoba memaksimalkan produksi," ujar Hendra saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (13/4).

Baca Juga

Hendra juga menjelaskan, kenaikan target produksi oleh pemerintah ini disinyalir mengacu pada PMI (Purchasing Manager Index). Dalam PMI menunjukan bahwa negara tujuan ekspor batu bara memang sedang berada di level positif.

"Selain itu, membaiknya perekonomian dari negara-negara tujuan ekspor batu bara Indonesia yang juga didorong dengan berjalan lancarnya proses vaksinasi, maka ada potensi permintaan ekspor pada  2021 akan lebih meningkat dibandingkan 2020," ujar Hendra.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA