Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

India Setuju Gunakan Vaksin Sputnik V

Selasa 13 Apr 2021 06:35 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Vaksin Rusia Sputnik V

Vaksin Rusia Sputnik V

Foto: EPA-EFE/Maxim Shipenkov
India menjadi negara ke-60 yang mendaftarkan Sputnik V.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Badan bertanggung jawab untuk memasarkan vaksin di luar Rusia, Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), mengumkan India telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 asal Rusia Sputnik V, Senin (12/4). Drug Controller General of India (DCGI) telah menyetujui penggunaan Sputnik V.

“India, negara dengan populasi terbesar ke-2 di dunia, menjadi negara ke-60 yang mendaftarkan #SputnikV setelah hasil positif dari studi klinis Fase 3 lokal. Sputnik V sekarang disahkan di 60 negara dengan populasi lebih dari 3 miliar orang," kata sebuah unggahan di akun Twitter resmi Sputnik V.

India sejauh ini telah menggunakan dua vaksin, satu dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford University serta vaksin buatan perusahaan domestik Bharat Biotech. Sputnik V yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow, telah terbukti 91,6 persen efektif melawan Covid-19 dan telah disetujui untuk digunakan di lebih dari 50 negara.

Regulator obat India tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari persetujuan panel ahli untuk vaksin Rusia. Namun, perusahaan farmasi India Dr. Reddy's, yang memasarkan vaksin di India, mengatakan sedang menunggu kabar resmi dari pihak berwenang.

“Dr. Reddy dan RDIF bekerja dengan otoritas pengatur India untuk mendapatkan persetujuan untuk Sputnik V. Kami berkomitmen penuh untuk memainkan peran kami dalam perang India melawan Covid, "kata perusahaan itu.

RDIF telah menandatangani kesepakatan untuk memproduksi lebih dari 750 juta dosis Sputnik V di India dengan enam perusahaan domestik. Namun, regulator obat India belum mengomentari persetujuan panel ahli untuk vaksin Rusia.

India mengambil alih Brasil menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Saat ini India berjuang melawan gelombang kedua, setelah memberikan sekitar 105 juta dosis vaksin di antara total populasi 1,4 miliar jiwa.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA