Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Kanada Batalkan Ekspor Teknologi Drone ke Turki

Selasa 13 Apr 2021 06:26 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Teguh Firmansyah

Pesawat drone buatan Turki

Pesawat drone buatan Turki

Foto: Anadolu Agency
Turki dinilai menggunakan teknologi canggih itu untuk membantu Azeri dalam perang.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Kanada pada Senin (12/4) membatalkan izin ekspor untuk teknologi drone ke Turki. Keputusan itu diambil setelah Kanada menyimpulkan bahwa peralatan tersebut telah digunakan oleh pasukan Azeri untuk berperang lawan Armenia di kantong Nagorno-Karabakh.

"Penggunaan ini tidak konsisten dengan kebijakan luar negeri Kanada, atau jaminan penggunaan akhir yang diberikan oleh Turki," kata kata Menteri Luar Negeri Kanada Marc Garneau.

Ia menambahkan bahwa dia telah menyampaikan keprihatinannya dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari sebelumnya.

Ottawa menangguhkan izin pada Oktober lalu setelah meninjau tuduhan bahwa drone Azeri yang digunakan dalam konflik telah dilengkapi dengan sistem pencitraan dan penargetan yang dibuat oleh L3Harris Wescam, unit L3Harris Technologies Inc. berbasis di Kanada.

Kedutaan Besar Turki di Ottawa memberi tanggapan mengenai hal tersebut. "Kami berharap sekutu NATO kami menghindari langkah-langkah tidak konstruktif yang akan berdampak negatif pada hubungan bilateral kami dan merusak solidaritas aliansi," kata kedutaan.

Sebelumnya pada Senin, Turki mengatakan Cavusoglu telah mendesak Kanada untuk meninjau kembali pembatasan industri pertahanan. Bagian yang diembargo termasuk sistem kamera untuk drone bersenjata Baykar. 

Ekspor militer Turki ke Azerbaijan melonjak enam kali lipat tahun lalu.  Penjualan drone dan peralatan militer lainnya naik menjadi 77 juta dolar AS pada September saja sebelum pertempuran pecah di wilayah Nagorno-Karabakh.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA