Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Sepekan, Dunia Catatkan Peningkatan 4,4 Juta Kasus Covid-19

Selasa 13 Apr 2021 06:15 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

virus corona (ilustrasi).

virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Vaksin dinilai bukan satu-satunya cara untuk melawan virus.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kepala ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Maria Van Kerkhove mengatakan lintasan global pandemi Covid-19 tumbuh secara eksponensial. Dia menyebut, selain vaksin, negara-negara perlu menggunakan instrumen lain untuk melawan virus.

Van Kerkhove mengungkapkan, selama tujuh pekan berturut-turut, jumlah kasus Covid-19 global terus meningkat. "Pekan lalu, kita memiliki 4,4 juta kasus," ujarnya dalam webinar reguler tentang Covid-19 pada Senin (12/4), dikutip laman Anadolu Agency.

Dia mengatakan, pada Januari dan Februari lalu, dunia mengalami penurunan kasus selama enam pekan berturut-turut. Oleh sebab itu, van Kerkhove cukup menyayangkan peningkatan kasus global terbaru. "Ini bukanlah situasi yang kami inginkan dalam 16 bulan di dalam pandemi, di mana kita telah membuktikan langkah-langkah pengendalian,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa saat ini vaksin telah mulai didistribusikan. Namun belum setiap negara memperolehnya. “Ada banyak langkah konkret yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin dan meluncurkan vaksin, tapi saat ini ada alat yang kita miliki; kita harus menggunakannya sekarang," kata van Kerkhove.

Dia mengatakan yang dibutuhkan adalah pemerintah mendukung individu sehingga langkah-langkah pengendalian yang ada diterapkan secara konsisten dengan cara koheren. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sepakat bahwa vaksin adalah alat vital dan ampuh melawan pandemi.

Baca juga : Pakaian Muslimah di Mesir Bawa Timea Jadi Mualaf di Hungaria

Namun Ghebreyesus menekankan vaksin bukan satu-satunya cara melawan virus. Dia mengatakan lebih dari 780 juta dosis vaksin telah didistribusikan secara global. Kendati demikian, ia memperingatkan bahwa Covid-19 bukan sekadar flu.

"Orang-orang muda dan sehat telah meninggal. Dan kita masih belum sepenuhnya memahami konsekuensi jangka panjang dari infeksi bagi mereka yang bertahan hidup," kata Ghebreyesus.

Dia kembali menyuarakan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Ghebreyesus mengatakan banyak negara di dunia telah menunjukkan bahwa Covid-19 bisa dihentikan dan diatasi dengan tindakan kesehatan masyarakat yang terbukti.

Sejauh ini dunia telah mencatatkan 136,3 juta kasus Covid-19. Pandemi sudah membunuh lebih dari 2,9 juta orang secara global.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA