Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Kebakaran Pasar Impres di Pasar Minggu, 392 Kios Hangus 

Senin 12 Apr 2021 23:34 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Mas Alamil Huda

Petugas sedang melakukan proses pendinginan di gedung Blok C Pasar Impres yang berada dalam area Pasar Minggu di Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu, Senin (12/4) malam.

Petugas sedang melakukan proses pendinginan di gedung Blok C Pasar Impres yang berada dalam area Pasar Minggu di Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu, Senin (12/4) malam.

Foto: Republika/Febryan A
Sejauh ini diketahui tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 392 kios hangus terbakar di gedung Blok C Pasar Impres yang berada dalam area Pasar Minggu di Kelurahan dan Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (12/4) malam. Sejauh ini diketahui tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. 

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Helbert Pilder Lumba Gaol, mengatakan, area yang terbakar adalah basemen dan lantai dasar Blok C. Sedangkan lantai 1, 2, dan 3 tidak terbakar. Peristiwa ini, kata dia, mengakibatkan 392 kios hangus terbakar.

"Di lantai basemen terdapat 268 kios dan di lantai dasar ada 124 kios yang terbakar," kata Helbert kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (12/4). 

Hingga saat ini, kata Helbert, tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran ini. Helbert menjelaskan, saat ini proses pemadaman sudah pada tahap pendinginan. Sebanyak 30 unit mobil pemadam dan 161 petugas pemadam masih berada di lokasi kebakaran. 

Adapun penyebab kebakaran ini belum diketahui. "Sampai sekarang belum diketahui," ucapnya. 

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan kebakaran ini dari warga pukul 18.29 WIB. Pemadaman mulai dilakukan pukul 18.36 WIB. Proses pendinginan berlangsung pukul 22.26 WIB. Berarti proses pemadaman berlangsung selama 3 jam 50 menit.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA