Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Anies di Puncak Dua Survei dan Ramalan Vs Prabowo pada 2024

Selasa 13 Apr 2021 06:07 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Berdasarkan survei IPO dan Indikator, Anies beradai di puncak survei capres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Nawir Arsyad Akbar, Mimi Kartika, Haura Hafizah, Rizky Suryarandika

Indonesia Political Opinion (IPO) baru saja merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas calon-calon potensial untuk Pilpres 2024. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di urutan pertama yang paling banyak dipilih oleh responden IPO.

Anies berada di urutan pertama dengan elektabilitas sebesar 15,8 persen. Posisi kedua, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 12,6 persen dan selanjutnya Sandiaga Uno bertengger dengan 9,55 persen.

"Bisa kita sebut sebagai masa transisi. Kelompok-kelompok senior semestinya sudah selesai di 2019, termasuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo," ujar Direktur Eksekutif Dedi Kurnia Syahdalam sebuah diskusi daring, Sabtu (10/4).

Sementara di posisi keempat, ada nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan elektabilitas 7,9 persen dan menyusul nama Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan nilai elektabilitas 7,1 persen. Barulah Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 5,7 persen.

"Pak Prabowo sedang tidak mendominasi dalam catatan IPO. Yang mendominasi masih Anies Baswedan," ujar Dedi.

Setelah nama Prabowo, terdapat Tito Karnavian dengan elektabilitas 4,5 persen, Ahmad Syaikhu 3,8 persen, dan Ahmad Heryawan 2,3 persen. Selanjutnya, Puan Maharani 1,6 persen, Airlangga Hartanto 1,5 persen, Said Aqil Siradj 0,9 persen, Khofifah Indar Parawansa 0,8 perse , Zulkifli Hasan 0,7 persen, Gatot Nurmantyo 0,5 persen, Ma’ruf Amin 0,5 persen, dan Muhaimin Iskandar 0,2 persen.

Baca Juga

Baca juga : Subsidi Ongkir Rp 500 Miliar Harbolnas, untuk Siapa?

Sementara itu nama-nama seperti Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sama-sama memperoleh elektabilitas sebesar nol persen.



Survei IPO dilakukan pada 10-22 Maret 2021. Survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar di berbagai daerah menggunakan metode multistage random sampling, dengan sampling error 2,50 persen.

Hasil survei IPO berbeda dengan beberapa lembaga seperti SMRC, Charta Politika, dan Kedai KOPI yang menempatkan Prabowo di puncak survei. Namun, sama dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia.

Indikator Politik Indonesia melakukan simulasi terhadap 17 nama calon presiden dalam survei nasional anak muda pada Maret 2021. Hasilnya, Anies Baswedan (15,2 persen), Ganjar Pranowo (13,7 persen), dan Ridwan Kamil atau Kang Emil (10,2 persen) menjadi tiga tokoh teratas yang dipilih anak muda jika pemilihan presiden dilakukan sekarang.

"Secara umum tidak ada nama yang dominan, tetapi di antara 17 nama yang paling tinggi secara absolut itu ada Anies Baswedan di angka 15,2 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Ahad (21/3).

Baca juga : Ini Alasan Mantan Kapolres Jakpus tak Bubarkan Acara HRS

Indikator Politik Indonesia melakukan survei ini pada 4-10 Maret 2021 kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Dengan situasi pandemi Covid-19, survei dilakukan melalui wawancara telepon.

Responden berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Indikator Politik Indonesia menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

photo

Lima Nama Capres di Tiga Hasil Survei - (Infografis Republika.co.id)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA