Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

BUMMAS Ubah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk

Senin 12 Apr 2021 21:40 WIB

Red: Hiru Muhammad

Kotoran kambing merupakan limbah yang bisa mengganggu kenyamanan orang. Terutama aromanya yang kurang sedap. Akan tetapi kotoran kambing memiliki kandungan unsur-unsur hara yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah.

Kotoran kambing merupakan limbah yang bisa mengganggu kenyamanan orang. Terutama aromanya yang kurang sedap. Akan tetapi kotoran kambing memiliki kandungan unsur-unsur hara yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah.

Foto: istimewa
Kelompok tani berhasil membuat kotoran kambing menjadi suatu yang bermanfaat

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS --Kotoran kambing merupakan limbah yang bisa mengganggu kenyamanan orang. Terutama aromanya yang kurang sedap. Akan tetapi kotoran kambing memiliki kandungan unsur-unsur hara yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah.

Oleh sebab itu, Kelompok Tani Ternak Mindajaya binaan Rumah Zakat berusaha untuk mengubah limbah ternak menjadi berkah tersendiri yaitu mengubahnya menjadi pupuk cair organic, Jum’at (19/3).

Dengan menyediakan alat dan bahan seperti ember besar volume 100 liter, Kotoran kambing, air, ragi tape 5 butir, stater bakteri (Em4) Kelompok Tani akhirnya membuat kotoran kambing menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Proses pembuatan pupuk sendiri meliputi pengisian dua pertiga ember dengan kotoran kambing, lalu diberi air sampai ember penuh. Selanjutnya pemberian serbuk ragi tape dan stater bakteri. Tutuplah ember dengan rapat (kedap udara) setiap hari di buka dan diaduk selama 5 menit. Setelah 7 hari siap digunakan untuk memupuk tanaman hortikultura. "Terima kasih Rumah Zakat yang sudah memberikan alat dan bahan untuk pembuatan POC, sehingga kami tidak perlu lagi membeli pupuk kimia untuk tanaman sayur saya," Ujar Sukemi selaku anggota kelompok tani ternak Mindajaya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA