Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Program Pemulihan DAS Mamasa Sulbar Berlangsung Tujuh Tahun

Senin 12 Apr 2021 16:49 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Peta Mamasa

Peta Mamasa

Foto: multiply
Selain pemulihan DAS Mamasa juga dilakukan pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Wakil Gubernur Sulbar, Enny Angraeni Anwar di Mamuju, Sabtu, mengatakan, program pemulihan wilayah daerah aliran sungai (DAS) Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat berlangsung selama tujuh tahun.

Ia mengatakan, Pemerintah Sulbar mengapresiasi Forest Programme (FP) untuk mempertahankan dan pemulihan DAS Mamasa. Menurut dia, selain pemulihan DAS Mamasa juga dilakukan pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata secara lestari, yang diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Sulbar khususnya di Kabupaten Mamasa.

Wakil Gubernur Sulbar, program FP merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jerman di bidang kehutanan. "Program yang dilaksanakan tersebut , merupakan berkah bagi Sulbar untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan hidup," kata Enny.

Menurut dia, program rehabilitasi dan konservasi hutan dengan menerapkan pendekatan pengelolaan DAS secara terpadu melalui FP kiranya dapat meminimalisir kerusakan hutan.

Selain itu untuk mempertahankan flora dan fauna, serta keanekaragaman hayati, karena sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas air dalam pengoperasian PLTA Bakaru.

Dirjen Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup, Basar Manullang mengharapkan, kerja sama yang terjalin di bidang lingkungan hidup ini semakin ditingkatkan, khususnya antara daerah yakni Provinsi Sulbar dan Sulsel.

"Semoga program FP di Sulbar selama tujuh tahun ini dapat berjalan hingga tuntas sehingga pemerintah Sulbar harus mempersiapkan sumber daya alam (SDA) ketika projek itu telah rampung," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA