Harga Kepokmas di Kabupaten Semarang Dipastikan Masih Stabil

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyerahkan masker dan hand sanitizer kepada pedagang Pasar Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Kamis (8/4). Pembagian sarana pendukung protokol kesehatan ini untuk mendukung aktivitas perekonomian di pasar tradisional dalam membantu pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyerahkan masker dan hand sanitizer kepada pedagang Pasar Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Kamis (8/4). Pembagian sarana pendukung protokol kesehatan ini untuk mendukung aktivitas perekonomian di pasar tradisional dalam membantu pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi. | Foto: Bowo Pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Satgas Pangan Polres Semarang memastikan harga serta ketersediaan berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Semarang memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini masih cukup stabil.

Meski untuk sejumlah komoditas kepokmas sudah terpantau mengalami kenaikan harga di beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Semarang, secara umum masih terkendali dan  terjangkau oleh masyarakat.

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo yang dikonfirmasi mengungkapkan, Satgas Pangan Polres Semarang tetap bekerja untuk memantau kondisi harga pangan menjelang Ramadhan kali ini.

Selain itu, Polres Semarang bersama dengan Pemkab Semarang juga telah melaksanakan kegiatan monitoring dan operasi untuk mendinamisir dan memastikan harga komoditas pangan tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Dari hasil kegiatan tersebut, lanjutnya, dapat dipastikan harga berbagai komoditas pangan, khususnya kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Semarang hingga saat ini masih sangat stabil, bahkan jelang memasuki bulan suci Ramadhan kali ini.

Meski harga beberapa komoditas pangan di pasar pasar tradisional yang ada di Kabupaten Semarang sudah ada yang naik, namun persentasenya masih sangat rendah dan tetap dapat terjangkau oleh masyarakat.

"Tadi kita cek kembali langsung ke sejumlah pedagang di Pasar Bandarjo Ungaran serta Pasar Babadan bersama pak bupati, kenaikan harga tersebut nominalnya tidak terlalu signifikan," jelas kapolres.

Polres Semarang, melalui Satgas Pangan, kata dia, akan terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan berbagai komoditas kepokmas tersebut di tengah- tengah masyarakat maupun di pasar tradisional.

Apabila nantinya diketahu ada lonjakan atau kenaikan harga yang sangat signifikan, tentunya Pemkab Semarang akan mengambil langkah- langkah untuk mengendalikan harga di lapangan, misalnya melalui kegiatan operasi pasar dengan sasaran masyarakat.

Pun demikian, dengan telah dilakukannya monitoring oleh Satgas Pangan Polres Semarang, sejauh ini belum menemukan adanya indikasi-indikasi upaya penimbunan berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat tersebut.

Artinya, selain kondisi harga yang masih terkendali, ketersediaan maupun suplai berbagai komoditas pokok tersebut juga relatif lancar.

“Harapan kami, situasi ini masih berjalan terus dan kalaupun ada kenaikan harga nantinya tidak sampai menimbulkan gejolak di tengah- tengah masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan,” jelasnya

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Muhammadiyah: Pasien Covid-19 tanpa Gejala tidak Wajib Puasa

Cerita Puasa Ramadhan di Selandia Baru

Mulai Puasa Sekarang, Ini Dalil Pesantren Mahfilud Dluror

Arab Saudi Luncurkan Proyek Keranjang Makanan Ramadhan

Ini Kurma Paling Diminati Saat Ramadhan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark