Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Nathan Blecharczyk, CTO Pertama Airbnb Berharta Rp 181 T

Senin 12 Apr 2021 12:38 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Kisah Orang Terkaya: Nathan Blecharczyk, CTO Pertama Airbnb Berharta Rp181 Triliun (Foto: Twitter/TechinAsia)

Kisah Orang Terkaya: Nathan Blecharczyk, CTO Pertama Airbnb Berharta Rp181 Triliun (Foto: Twitter/TechinAsia)

Airbnb telah membuat 1 juta pemesanan pada tahun 2011.

Salah satu orang terkaya dunia Nathan Blecharczyk adalah salah satu pendiri dari Airbnb. Nathan adalah Chief Technology Officer (CTO) pertama yang dimiliki Aibnb. Kalau kamu belum tahu, Airbnb adalah situs pribadi tempat orang dapat menemukan dan membuat daftar penginapan untuk disewa.

Situs Airbnb menampilkan lebih dari 1.500.000 daftar di 34 ribu kota di 190 negara di seluruh dunia. Berkantor pusat di San Francisco, Kalifornia, Nathan mendirikan perusahaan pada  2008 bersama Brian Chesky dan Joe Gebbia.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Tao Zhang, Miliarder Asal China yang Tajir Berkat Review Restoran

Sebelum mendirikan Airbnb, Nathan seorang arsitek teknis hingga bertemu dengan pendiri lainnya pada 2008. Saat ini, Nathan adalah salah satu pengusaha terkaya dan termuda di Amerika.

Nathan lahir pada 1983, putra dari Sheila dan Paul Steven Blecharczyk. Dia dibesarkan dalam keluarga kelas menengah ke atas di Boston, Massachusetts. Dia bersekolah di Boston Latin Academy. Selama sekolah menengah, dia menghasilkan uang dengan membuat bisnis perangkat lunaknya sendiri.

Bisnis web-hostingnya menyediakan layanan untuk para spammer dan pernah terdaftar di "Registry Operator Spam yang Diketahui (ROKSO)" di Spamhaus yang mencantumkan layanan spamming teratas.

Dia terus menulis program saat kuliah di Universitas Harvard dalam mengejar gelar Bachelor of Science dalam ilmu komputer, dan menghasilkan cukup uang untuk membayar uang sekolahnya. Saat itu, Nathan sudah meninggalkan bisnis hosting webnya untuk fokus pada studinya pada 2002. Dia juga menjadi staf bisnis The Harvard Crimson selama berkuliah di Harvard.

Usai lulus kuliah, Nathan sempat bekerja untuk Microsoft, sebagai manajer program. Kemudian, dia mulai bekerja sebagai insinyur untuk OPNET Technologies, bisnis perangkat lunak yang digunakan untuk menyediakan manajemen kinerja untuk jaringan komputer serta aplikasi. Kemudian, pada tahun 2007, ia menjadi pengembang utama di Batiq.

Pada 2008, bersama Brian Chesky dan Joe Gebbia, dia ikut mendirikan Airbnb. Situs web tersebut awalnya bernama Airbedandbreakfast.com. Ketiganya membuat situs web yang menawarkan tempat tinggal jangka pendek bersama dengan sarapan dan peluang jaringan bisnis, bagi orang-orang yang tidak dapat memesan hotel di pasar yang saat itu tengah jenuh.

Situs ini diluncurkan secara resmi pada 11 Agustus 2008. Mereka mendapatkan pelanggan pertama saat Konferensi Desain Industri yang diadakan Industrial Designers Society of America, di mana para pelancong kesulitan mencari penginapan. Nathan, yang merupakan chief technology officer pertama perusahaan, telah mengkodekan situs asli menggunakan Ruby on Rails.

Sejak dimulainya situs pada tahun 2008, Airbnb telah membuat 1 juta pemesanan pada tahun 2011. Pada tahun 2012, telah memesan 10 juta malam. Pada tahun 2014, Nathan merevisi desain situs, mengubah logonya, dan juga mendesain ulang aplikasi seluler.

Pada 2015, perusahaannya mensponsori Manor F1 Team. Sejak awal pembuatan situs web, Nathan dan timnya telah meluncurkan sejumlah kantor Airbnb internasional di Hamburg, London, Barcelona, Paris, Milan, Sao Paulo, Moskow, dan Kopenhagen. Pada tahun 2012, mereka mengumumkan bahwa mereka akan lebih berkonsentrasi di Australia, Indonesia, Asia dan Thailand.

Dengan fokus pada tingkat global, dia menguasai seluruh bumi di situsnya. Dia adalah salah satu miliarder terkaya dan termuda di Amerika. Harta kekayaannya menurut Forbes pun mencapai USD12,4 miliar (Rp181 triliun).

(kurs Rp14.627/USD)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA