Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Penerbangan Komersial Supersonik dan Hipersonik Kian Nyata

Senin 12 Apr 2021 10:37 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Model jet AS2 rancangan perusahaan Aerion

Model jet AS2 rancangan perusahaan Aerion

Foto: Aerion
Perusahaan sudah siap memulai menguji coba penerbangan hipersonik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum ada lagi pesawat penumpang supersonik sejak zaman Concorde. Sekarang pesawat uji telah siap untuk kembali mengudara. Ada pula rencana untuk memasuki era hipersonik yang lebih cepat lagi.

Pesawat itu tergolong kecil, panjangnya hanya 21 meter. Namun setelah tahun yang berat bagi industri penerbangan, kehadiran pesawat ini melambangkan kemajuan besar dalam sejarah penerbangan sebagai pesawat supersonik pertama yang dibangun oleh swasta.

Pesawat itu adalah milik perusahaan start-up Boom Supersonic dari Denver di Amerika Serikat. Perusahaan ini meluncurkan jet supersonik pertama yang diproduksi oleh swasta pada Oktober tahun lalu.

Pesawat single-seat XB-1 Overture itu dijuluki Baby Boom. Tahun ini pesawat percontohan ini akan memulai program uji terbang yang cukup panjang di atas Gurun Mojave di California. Rencananya, pesawat akan terbang dengan kecepatan sekitar 1.600 km/jam.

Tujuannya adalah untuk memvalidasi konsep aerodinamis dan untuk membangun hal yang sama dalam skala lebih besar. Pesawat ini diharapkan mampu membawa hingga 75 penumpang. Pada paruh kedua dekade ini, pesawat ini diharapkan menjadi penerus skala kecil dari Concorde, yang memiliki kapasitas 100 penumpang.

Baca Juga


Terbang dengan kecepatan 2.700 km/jam, untuk saat ini
Pesawat Overture akan membawa penumpang dari London ke New York dalam waktu hanya tiga setengah jam dengan kecepatan Mach 2,2 (sekitar 2.700 km/jam), ini lebih cepat dari Concorde. Perusahaan mengatakan akan menggunakan bahan bakar penerbangan yang diproduksi dengan cara netral-CO2.

Aerodinamika inovatif dan bobot yang lebih ringan diperkirakan dapat meredam ledakan sonik. Itu berarti pesawat ini bisa terbang dalam mode supersonik di atas daratan, yang saat ini dilarang.

Terbang lebih cepat dari kecepatan suara mendapatkan momentumnya pada awal tahun 2020-an. Perjalanan ini telah menghilang selama beberapa dekade. 

Sebelum Overture dari perusahaan Boom Supersonic benar-benar dapat lepas landas, masih ada sejumlah tantangan yang harus dikuasai - seperti mengembangkan mesin yang sesuai.

 

sumber : DW
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA