Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

IPO Grab dan Traveloka, Babak Baru Startup Asia Tenggara

Senin 12 Apr 2021 09:48 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Traveloka. ilustrasi

Traveloka. ilustrasi

Foto: https://www.facebook.com/Traveloka
Grab dan Traveloka akan melakukan IPO melalui SPAC.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grab Holdings dan Traveloka siap menjadi perusahaan publik dalam beberapa bulan mendatang. Ini menjadi pembuka jalan bagi perusahaan teknologi berbasis internet di kawasan Asia Tenggara untuk melakukan langkah yang sama. 

Dilansir Bloomberg, Senin (12/4), Grab pekan ini akan mengumumkan aksi pencatatan penawaran umum perdana (IPO) melalui Special Purposes Acquisition Company (SPAC) atau perusahaan cek kosong asal Amerika Serikat (AS). 

“Pencatatan Grab memberikan jalan keluar bagi investor. Ini peluang yang menarik bagi investor AS untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang berkembang di Asia Tenggara,” kata kepala investasi di Kamet Capital Partners Pte, Kerry Goh, dikutip Bloomberg

Baca Juga

Grab yang didukung oleh T Rowe Price hingga Temasek ini ditaksir memiliki valuasi mencapai lebih dari 34 miliar dolar AS atau setara Rp 495,21 triliun. Perusahaan teknologi asal Indonesia, Traveloka, juga akan mengambil langkah yang sama dengan Grab. 

Traveloka dikabarkan akan melakukan IPO melalui SPAC yang didukung oleh miliarder Richard Li dan Peter Thiel. Perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring ini diperkirakan memiliki valuasi sekitar 5 miliar dolar AS atau setara Rp 72,8 triliun. 

Selain Grab dan Traveloka, tahun 2021 juga akan diramaikan oleh sejumlah perusahaan teknologi lainnya yang berbasis di kawasan Asia Tenggara. Beberapa diantaranya yaitu Gojek, Tokopedia dari Indonesia dan PropertyGuru dari Singapura. 

Pengamat memperkirakan, investor akan ramai-ramai memburu perusahaan-perusahaan teknologi seiring dengan kebangkitam industri era seluler setelah pandemi Covid-19 melanda dunia. Perusahan teknologi ini bahkan diproyeksi dapat menggeser dominasi perusahaan dari industri keuangan. 

“Kami telah melihat tren serupa di pasar lain yang lebih mapan, dan sekarang ini adalah periode emas Asia Tenggara,” kata direktur di Cathay Capital, Rajive Keshup. 

Keshup berharap akan ada lebih banyak modal yang mengalir ke kawasan Asia Tenggara setelah pengumuman yang dilakukan oleh Grab nanti. Menurut Keshup hal tersebut akan menjadi langkah awal pemulihan di kawasan Asia Tenggara. 

Gojek dan Tokopedia, dua startup teknologi paling berharga di Indonesia, sedang mencari persetujuan investor untuk merger. Jika merger terlaksana, keduanya diperkirakan akan menjadi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia dan siap melalukan pencatatan ganda.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA