Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Penanganan Sampah Pemkab Bogor Dinilai Masih Minim

Senin 12 Apr 2021 08:08 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan

Sampah berserakan di Kali Ciomas, Kelurahan Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kali ini sekaligus menjadi perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bogor. Sampah yang tersangkut di bebatuan Kali Ciomas kebanyakan merupakan kantong maupun botol plastik.

Sampah berserakan di Kali Ciomas, Kelurahan Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kali ini sekaligus menjadi perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bogor. Sampah yang tersangkut di bebatuan Kali Ciomas kebanyakan merupakan kantong maupun botol plastik.

Foto: Republika/Dedy D Nasution
Dari 2.800 ton hanya 700 ton sampah yang bisa dilayani DLH Kabupaten Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tengah berupaya untuk meminta kuota tambahan pembuangan sampah di Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Kabupaten Bogor. Namun, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova menilai kehadiran TPPAS Nambo tidak bisa menjadi patokan penanggulangan sampah di Kabupaten Bogor.

Diketahui, dari 2.800 ton timbulan sampah yang dihasilkan di Kabupaten Bogor setiap harinya, hanya 700 ton sampah yang bisa dilayani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor. Ini artinya hanya seperempat sampah yang bisa ditangani.

Di samping itu, Pemkab Bogor mendapat jatah sebanyak 700 ton untuk membuang sampah di TPPAS Nambo. Untuk itu, Pemkab Bogor meminta jatah kuota pembuangan sampah sebanyak 2.000 ton ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Lebih lanjut, Ferry menilai, TPPAS Galuga yang sebelumnya merupakan hutan non-produktif milik Perhutani ini nantinya akan bernasib sama dengan TPA Galuga yang sudah mulai overload saat ini.

Walaupun TPPAS Nambo akan memiliki Refuse Derived Fuel (RDF) yang mendaur ulang sampah menjadi bahan bakar bagi pabrik semen di kawasan Kabupaten Bogor, hal tersebut tidak akan bisa menutupi sampah setiap harinya.

Menurut perhitungannya, sampah yang masuk setiap hari nantinya bisa mencapai 2.500 ton, sedangkan pengolahan di lokasi tersbeut hanya bisa mencapai 1.000 ton untuk menjaga kestabilan mesin.

"Itu kan nanti pasti akan numpuk-numpuk juga sampah di situ," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan Pemkab Bogor untuk mulai fokus membangun bank sampah di setiap desa. Sebab, menurutnya salah satu cara paling ampuh yakni menanggulangi sampah dari sektor terkecil. Apalagi, timbulan sampa paling banyak berasal dari sektor rumah tangga.

Dengan cara memilah sampah dan mendaur ulang dari tingkat terendah, tentunya secara langsung akan mempengaruhi jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA atau TPPAS.

“Semakin sedikit sampah yang dibuang maka akan semakin dikit pula sampah yang masuk. Pola pikir seperti ini yang harus ditanamkan kepada masyarakat," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA