Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Jelang Libur Nasional, Thailand catat lonjakan Covid-19

Senin 12 Apr 2021 07:51 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sejumalah orang dengan memakai masker berjalan melewati lemari disinfektan di Bangkok, Thailand,Selasa (12/1). Thailand mencatat 967 kasus baru COVID-19, yang merupakan lonjakan infeksi harian tertinggi negara itu, menjelang hari libur nasional Songkran. Dari infeksi tersebut, 964 kasus adalah penularan dari dalam negeri, termasuk 236 kasus di Ibu Kota Bangkok, pusat penyebaran yang telah menyebar ke sebagian besar dari 77 provinsi di Thailand.

Sejumalah orang dengan memakai masker berjalan melewati lemari disinfektan di Bangkok, Thailand,Selasa (12/1). Thailand mencatat 967 kasus baru COVID-19, yang merupakan lonjakan infeksi harian tertinggi negara itu, menjelang hari libur nasional Songkran. Dari infeksi tersebut, 964 kasus adalah penularan dari dalam negeri, termasuk 236 kasus di Ibu Kota Bangkok, pusat penyebaran yang telah menyebar ke sebagian besar dari 77 provinsi di Thailand.

Foto: EPA-EFE/NARONG SANGNAK
Thailand catat lonjakan tertinggi kasus Covid-19 sebanyak 967 kasus

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Thailand mencatat 967 kasus baru COVID-19, yang merupakan lonjakan infeksi harian tertinggi negara itu, menjelang hari libur nasional Songkran. Dari infeksi tersebut, 964 kasus adalah penularan dari dalam negeri, termasuk 236 kasus di Ibu Kota Bangkok, pusat penyebaran yang telah menyebar ke sebagian besar dari 77 provinsi di Thailand.

Lonjakan itu terjadi menjelang hari raya besar Songkran, yang dikenal dengan festival air di jalan-jalan raya Thailand. Untuk kedua kalinya tahun ini, perayaan Songkran telah dilarang oleh otoritas setempat karena pandemi COVID-19.

Pihak berwenang telah mendesak orang-orang untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu dan mengurangi pertemuan untuk membantu membatasi wabah, yang mencakup varian B.1.1.7 yang sangat mudah menular yang pertama kali diidentifikasi di Inggris. "Saat ini, situasinya mengkhawatirkan. Tetapi kami dapat mengelolanya jika semua orang membantu," kata pejabat kesehatan senior Sopon Iamsirithaworn dalam sebuah pengarahan media.

Sedikitnya 38 provinsi telah mewajibkan pengunjung dari daerah berisiko untuk melakukan karantina selama 14 hari. Tempat hiburan malam seperti pub dan bar karaoke di Bangkok dan 40 provinsi akan ditutup hingga 23 April.

Manajer dua tempat hiburan di Bangkok, di mana banyak infeksi dilaporkan, telah dijatuhi hukuman dua bulan penjara karena pelanggaran COVID-19, kata polisi pada Minggu.Thailand telah melaporkan 3.661 infeksi domestik sepanjang bulan ini, termasuk 1.294 kasus di Bangkok. Negara itu mencatat total 32.625 kasus, dengan 97 kematian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA