Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tugu yang Dianggap tidak Merepresentasikan Pamulang

Senin 12 Apr 2021 05:47 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Tugu Pamulang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mendapat olok-olok dari warganet.

Tugu Pamulang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mendapat olok-olok dari warganet.

Foto: Republika/Eva Rianti
Wawali Kota Tangsel menyebut, pembangunan Tugu Pamulang kewenangan Pemprov Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Eva Rianti

Olok-olok menjadi bahan perbincangan warganet (netizen) di lini masa mengenai keberadan Tugu Pamulang. Hal itu sebagai respon warganet atas jeleknya hasil pembangunan Tugu Pamulang yang berbeda jauh dengan rancangannya.

Tugu yang dibangun di bundaran Jalan Siliwangi, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, akhirnya mengundang kritik keras. Tugu yang digadang-gadang sebagai ikon Pamulang tersebut dianggap tidak merespresentasikan wajah Pamulang yang sesungguhnya. Apalagi, tugu yang selesai dibangun sangat jauh berbeda dengan rancangan desain.

Lani (28 tahun), warga Pamulang menganggap, Tugu Pamulang yang saat ini berdiri tidak jauh dari Universitas Pamulang (Unpam) tersebut berbentuk aneh. Menurut dia, tugu tersebut tidak sesuai dengan desain yang dulu direncanakan oleh pemerintah.

"Tugu itu sudah lama banget kayak gitu, seinget saya pas baca berita desain enggak kayak gitu. Dilihat juga enggak enak kalau memang mau jadi ikon," ujar Lani kepada Republika di lokasi, Ahad (11/4).

Karyawan swasta tersebut berpendapat, dengan kondisi Tugu Pamulang saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel harus bertanggung jawab. Jika memang kewenangan berada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, menurut Lani, Pemkot Tangsel wajib berkoordinasi. Dengan begitu, tugu yang ada pembangunannya bisa dilanjutkan kembali.

"Seharusnya kalau memang itu kewenangan Provinsi Banten, kenapa Pemkot Tangsel enggak koordinasi? Terkesan ada pembiaran. Kalau sudah ramai begini, Pemkot Tangsel baru aktif. Seharusnya ada pengawasan," kata Lani geram.

Pantauan Republika di lokasi, Tugu Pamulang terlihat hanya berbentuk tiang melingkar berwarna putih. Di bagian atasnya terdapat kubah berwarna serupa. Desain tugu tersebut terlihat polos dan tidak terdapat ornamen yang disebut sebagai ciri khas wilayah di Tangsel. Padahal bentuk desain tugu yang tersebar ke publik sangat menarik dan enak dipandang.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyebut, jika pembangunan Tugu Pamulang merupakan kewenangan Pemprov Banten. Karena sekarang ramai disorot masyarakat, Davnie mengajukan dua opsi terkait kelanjutan pembangunan tugu tersebut. Aspirasi resmi itu disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Banten, beberapa wakru lalu.

"Itu tugu provinsi. Kemarin kan kita ajukan untuk mengganti, merevitalisasi Tugu Pamulang. Atau yang kedua, secuil tugu itu serahkan kewenangannya kepada kita, asetnya biar kita nanti yang membangun, pilihannya begitu," terangnya.

Anggota Komisi III DPRD Banten, Yudi Budi Wibowo mengatakan, aspirasi masyarakat agar Tugu Pamulang diperbaiki sudah bermunculan sejak beberapa waktu lalu. Pendapat itu Yudi dapatkan dari konstituen saat reses di daerah pemilihan (dapil) Kota Tangsel. Hanya saja, sambung dia, hingga saat ini, lanjutan atau revitalisasi belum juga dieksekusi.

"Beberapa kali reses di Pamulang itu selalu bertanya tentang Tugu Pamulang karena ranahnya memang masuk jalan provinsi," ujar Yudi. Dia mengatakan, masalah itu juga sudah disampaikannya kepada Pemprov Banten.

Yudi menerangkan, yang dipermasalahkan masyarakat adalah bangunan tugu yang sekarang tidak mencerminkan wajah Pamulang. Warga, kata dia, tidak paham dengan konsep dan desain Tugu Pamulang yang berdiri. "(Keinginan warga) menurut mereka tugu itu mencirikan satu daerah, punya maksud tertentu di daerah, mereka pengennya seperti itu," kata politikus Partai Gerindra itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, M Tranggono mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah berencana memperbaiki Tugu Pamulang pada 2020. Sayangnya, kebijakan itu batal dilakukan karena anggaran perbaikan tugu harus direfokusing.

Tranggono menuturkan, tugu yang berdiri sekarang merupakan hasil rancangan pada 2017, dan selesai dibangun pada 2018. Ketika pembangunan tugu selesai, kata dia, Pemkot Tangsel meminta desainnya diubah dengan ditambahi ornamen, seperti desain yang viral di media sosial.

Atas usulan tersebut, pihaknya bersama dengan PUPR Kota Tangsel pada 2019 melakukan pembahasan bersama terkait desain Tugu Pamulang. "Setelah terdapat kesepakatan terhadap desain Tugu Pamulang, Pemprov Banten melalui PUPR Banten menganggarkan renovasi Tugu Pamulang pada tahun 2020," jelasnya.

Sayangnya, pekerjaan perbaikan tugu tak bisa dilanjutkan akibat pandemi Covid-19. Dia pun siap berkoordinasi dengan Pemkot Tangsel untuk menangani masalah itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA