Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

8 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Malang

Ahad 11 Apr 2021 19:41 WIB

Red: Nora Azizah

Sejumlah anak melihat kerusakan bangunan akibat gempa di Majangtengah, Malang, Jawa Timur, Ahad (11/4/2021). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 1.189 unit rumah rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang kawasan Malang dan sekitarnya.

Sejumlah anak melihat kerusakan bangunan akibat gempa di Majangtengah, Malang, Jawa Timur, Ahad (11/4/2021). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 1.189 unit rumah rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang kawasan Malang dan sekitarnya.

Foto: ANTARA /Ari Bowo Sucipto
16 Kabupaten dan Kota juga terdampak dari gempa Malang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, delapan orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang terjadi di dekat Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sementara, 16 kabupaten/kota dinyatakan mengalami dampak kerusakan.

"Sampai hari ini terdata korban jiwa yang meninggal dunia ada delapan orang di Jawa Timur dampak dari gempa bumi ini," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada Ahad (11/4).

Ia menyebutkan, lima orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, dan tiga orang korban jiwa di Malang. Kebanyakan dari mereka meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan.

Baca Juga

Selain itu terdapat 39 orang yang mengalami luka-luka dan 642 unit rumah mengalami rusak berat, 845 rumah rusak sedang, 1.361 rumah rusak ringan dan 179 unit fasilitas umum rusak. BNPB menyebutkan gempa magnitudo 6,1 dengan episenter atau pusat gempa berada 90 kilometer selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, itu berdampak pada kerusakan dan korban jiwa di 16 kota/kabupaten.

Daerah yang alami kerusakan dan korban jiwa itu adalah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, Blitar Trenggalek, kota Blitar, kota Malang, kota Kediri, Probolinggo, Ponorogo, Jember, Tulungagung, kota Batu, Nganjuk, Pacitan dan Bondowoso. Raditya menjabarkan bahwa gempa susulan telah terjadi sebanyak delapan kali, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Guncangan terbesar dirasakan pada hari ini ketika gempa magnitudo 5,3 terjadi di sekitar lokasi yang sama.

"Tadi sore Kepala BNPB dari Kupang langsung menuju Malang, Jawa Timur, meninjau lokasi dan telah bertemu dengan ibu Gubernur Jawa Timur, UPT dan pemerintah daerah dan langsung menuju lokasi terdampak," ujar Raditya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA