Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Manfaatkan Digital, Penerimaan Wakaf Rumah Zakat Meningkat

Ahad 11 Apr 2021 15:15 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Gita Amanda

 CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, menyebut sejak 2020 pihaknya sudah melakukan transformasi menuju world digital philantropy.  (ilustrasi).

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, menyebut sejak 2020 pihaknya sudah melakukan transformasi menuju world digital philantropy. (ilustrasi).

Foto: Dok. Rumah Zakat
Rumah Zakat ingin menjadi lembaga filantropi yang berbasis digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, menyebut sejak 2020 pihaknya sudah melakukan transformasi menuju world digital philantropy. Rumah Zakat ingin menjadi lembaga filantropi yang berbasis digital dengan harapan ke depannya bisa menjadi pemain di dunia dan standard global.

"Beberapa aksi yang kita lakukan, selain perubahan mindset dan digitalisasi proses di dalam, kita juga hadirkan new model. Kita mengadopsi model atau cara baru dengan melakukan penyesuaian proses secara digital," kata dia saat dihubungi Republika, Ahad (11/4).

Baca Juga

Terkait wakaf, beberapa waktu yang lalu Rumah Zakat telah merilis sebuah platform yang diberinama Waqf.id. Hal ini dilakukan dalam rangka memudahkan masyarakat agar bisa melakukan donasi wakaf di mana pun dan kapan pun.

Masyarakat disebut tinggal mengakses Waqf.id, dan segala proses donasi wakaf bisa dengan mudah dilakukan. Adanya platform digital ini juga menjadi salah satu cara mendukung upaya pemerintah dalam memasifkan Gerakan Nasional Wakaf Uang.

Nur Efendi selanjutnya menyebut di kuartal I 2021, wakaf mengalami kenaikan sebesar 106 persen. Artinya, pemahaman masyarakat akan wakaf semakin baik dan mulai banyak yang melihat manfaat dari program wakaf ini.

"Portofolio program wakaf ini ada banyak. Ada yang jadi kebun, madrasah, klinik, sekolah, dan masjid. Masyarakat sudah melihat langsung secara tangible dampak dan manfaat dari wakaf. Pun, sekarang wakaf sudah bisa dilakukan dengan mudah," ujarnya.

Waqf.id ini dipercaya menjadi salah satu daya angkat dari pertumbuhan wakaf yang ada. Adanya platform ini bermanfaat tidak hanya sebagai media edukasi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan wakaf uang nasional.

Terkait potensi wakaf di bulan Ramadhan, ia menyebut ini merupakan momentum Muslim berbondong-bondong melakukan ibadah, baik secara langsung kepada Allah SWT maupun kepada sesama. Secara historis, transaksi selama Ramadhan bisa meningkat 4-5 kali lipat dibanding donasi reguler.

"Wakaf saya kira juga akan mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Kalau di luar Ramadhan saja pertumbuhannya 106 persen, apalagi saat Ramadhan?" kata dia.

Nur Efendi meyakini pertumbuhan wakaf di bulan Ramadhan ini bisa tumbuh lebih baik. Berdasarkan rata-rata nasional, wakaf bisa tumbuh antara 30-40 persen.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA