Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Penetapan Awal Ramadhan, Sidang Isbat Digelar Senin 12 April

Ahad 11 Apr 2021 12:50 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Elba Damhuri

Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalteng mengamati posisi hilal 1 Syawal dengan teleskop terprogram di Menara Islamic Center, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (22/5/2020).

Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalteng mengamati posisi hilal 1 Syawal dengan teleskop terprogram di Menara Islamic Center, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (22/5/2020).

Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Awal Ramadhan secara resmi akan ditentukan hasil sidang Isbat pada Senin 12 April

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat awal Ramadan 1442 H pada 12 April 2021 mendatang. Sidang penetapan awal Ramadhan tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl MH Thamrin No 6, Jakarta.

“Isbat awal Ramadan dilaksanakan 12 April, bertepatan 29 Sya’ban 1442 H,” ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id Kamis (8/4).

Karena masih pandemi, menurut dia, sidang isbat akan digelar secara daring dan luring. Sidang akan dihadiri Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Sejumlah ormas Islam juga direncanakan akan hadir langsung di Kantor Kementerian Agama,  seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan Al Washliyah. Selain itu, ada juga ormas Islam yang akan mengikuti proses sidang ini secara daring.

“Ada 29 Duta Besar negara sahabat yang diundang. Kami berharap ada di antara mereka yang bisa hadir secara langsung dalam proses sidang,” ucap Kamaruddin.

Sidang isbat akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Lokasi sidang akan disemprot lebih dahulu dengan disinfektan. Peserta terbatas yang diundang hadir juga akan dilakukan pembatasan jarak, pemindaian suhu tubuh, dan wajib mengenakan masker.

"Sidang isbat akan disiarkan oleh TVRI sebagai TV Pool, RRI, dan media sosial Kementerian Agama," kata Kamaruddin.

Sementara itu. Direktur Urusan Agama Islam Agus Salim menambahkan, sidang isbat dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1442 H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag. Sesi ini akan dimulai pukul 16.45 WIB dan disiarkan langsung.

Tahap kedua, sidang isbat awal Ramadhan yang akan digelar setelah Shalat Maghrib. Tahap ini digelar secara tertutup. "Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat oleh Menteri Agama yang akan disiarkan TVRI, RRI, dan Medsos Kemenag," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian Agama juga akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadan 1442 H di 86 lokasi dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat.

BACA JUGA: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 2021 Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA