Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Survei Capres IPO: Anies Ungguli Prabowo, AHY Muncul

Ahad 11 Apr 2021 12:09 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Yudha Manggala P Putra

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Foto: @aniesbaswedan
Survei IPO terkait capres 2024 sebut elektabilitas Anies tertinggi, Prabowo keenam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah memaparkan hasil survei terbaru terkait elektabilitas calon-calon potensial untuk pemililhan presiden (Pilpres) 2024. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di urutan pertama yang paling banyak dipilih oleh responden.

Anies berada di urutan pertama dengan elektabilitas sebesar 15,8 persen. Posisi kedua, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 12,6 persen dan selanjutnya Sandiaga Uno bertengger dengan 9,55 persen.

"Bisa kita sebut sebagai masa transisi. Kelompok-kelompok senior semestinya sudah selesai di 2019, termasuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo," ujar Dedi dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (10/4).

Sementara di posisi keempat, ada nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan elektabilitas 7,9 persen dan menyusul nama Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan nilai elektabilitas 7,1 persen. Barulah Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 5,7 persen di posisi keenam.

"Pak Prabowo sedang tidak mendominasi dalam catatan IPO. Yang mendominasi masih Anies Baswedan," ujar Dedi.

Setelah nama Prabowo, terdapat Tito Karnavian dengan elektabilitas 4,5 persen, Ahmad Syaikhu 3,8 persen, dan Ahmad Heryawan 2,3 persen. Selanjutnya, Puan Maharani 1,6 persen, Airlangga Hartanto 1,5 persen, Said Aqil Siradj 0,9 persen, Khofifah Indar Parawansa 0,8 perse , Zulkifli Hasan 0,7 persen, Gatot Nurmantyo 0,5 persen, Ma’ruf Amin 0,5 persen, dan Muhaimin Iskandar 0,2 persen.

Sementara itu nama-nama seperti Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sama-sama memperoleh elektabilitas sebesar nol persen.

Adapun survei IPO terkait ini dilakukan pada 10-22 Maret 2021. Survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar di berbagai daerah menggunakan metode multistage random sampling, dengan sampling error 2,50 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA