Strategi Sehat Pilih Menu Buka dan Sahur Saat Ramadhan

Red: Yudha Manggala P Putra

 Ahad 11 Apr 2021 12:20 WIB

Menjelang Ramadhan Anda bisa mulai menyusun menu untuk sahur dan berbuka nanti. Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang Menjelang Ramadhan Anda bisa mulai menyusun menu untuk sahur dan berbuka nanti.

Kebutuhan makanan tiap orang berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis gizi klinik RSUI Wahyu Ika Wardhani memberikan tips agar Anda tetap sehat selama Ramadhan di masa pandemi Covid-19. Di antaranya melalui pemilihan menu makanan yang tepat pada saat berbuka dan sahur.

"Untuk makanan sahur, disarankan untuk sumber karbohidrat utamakan dari yang berjenis karbohidrat kompleks seperti nasi beras merah atau roti gandum, perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat," ujar dia dalam siaran pers RSUI, ditulis Ahad (11/4).

Ika yang lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu juga merekomendasikan Anda mengonsumsi lauk pauk kaya protein seperti ayam, ikan, atau telur saat sahur. Sementara untuk makanan berbuka, dia menyarankan Anda menghindari makan yang terlalu berlebihan dan sebaliknya, nikmatilah makanan secara perlahan.

Terkait jenis makanan, sebaiknya hindari gorengan serta batasi gula sederhana. Contoh makanan berbuka yang baik misalnya kurma.

Sesuai sunnah Nabi Muhammad, para Muslim bisa mengonsumsi tiga buah kurma saat berbuka, karena makanan ini salah satunya tergolong sumber serat yang baik. Anda tak harus mengonsumsi makanan manis seperti jargon yang menyebutkan "berbukalah dengan yang manis".

Selain itu, jagalah agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik melalui asupan air putih minimal delapan gelas sehari yang dibagi menjadi dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari dan dua gelas saat sahur. Ika juga mengingatkan Anda mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh.

Apabila berlebihan, maka berat badan bisa naik berlebih dan menyebabkan penyakit metabolik. Sementara apabila asupan kurang, dapat menyebabkan kurang gizi, sehingga daya tahan tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.

"Kebutuhan makanan tiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia, jenis kelamin, tinggi badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan lain-lain," kata Ika.

Dia mengingatkan, berpuasa punya beragam manfaat bagi kesehatan, antara lain menurunkan resistensi insulin dan risiko DM, merangsang sistem imun dan perbaikan sel, mengatur metabolisme sel, membantu mengurangi kerusakan oksidatif dan inflamasi.Satu manfaat lainnya, dapat membantu penurunan berat badan.

Namun, sayangnya sebagian orang seringkali kalap saat berbuka puasa sehingga porsi makannya lebih banyak dari biasanya dan ditambah kurangnya beraktivitas fisik sehingga berdampak pada kenaikan berat badan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X