Tidak Makan Sahur, Sahkah Puasanya?

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

 Ahad 11 Apr 2021 06:40 WIB

Tidak Makan Sahur, Sahkah Puasanya? Foto: Freepik Tidak Makan Sahur, Sahkah Puasanya?

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk makan sahur sebelum menjalankan puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk makan sahur sebelum menjalankan ibadah puasa. Bahkan, beliau juga menegaskan sahurnya orang berpuasa bernilai ibadah dan membawa keberkahan.

Bagaimana jika umat Islam tidak makan sahur, apakah puasanya tetap sah? Ulama tafsir Alquran Prof Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya yang berjudul M. Quraish Shihab Menjawab makan sahur tidaklah wajib.

Baca Juga

Menurut dia, makan sahur hanya dianjurkan agar dapat memberi kekuatan fisik bagi yang berpuasa, sekaligus agar waktu sahur digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun sahur tidak wajib, sahur sendiri memiliki banyak keutamaan.

Dalam kitabnya yang berjudul Qurrotul’ain, Sulaiman bin Muhammad setidaknya menyebutkan lima macam keistimewaan sahur. Pertama, akan mendapat keberkahan dari Allah karena telah mencintai Nabi Muhammad SAW dengan mengamalkan sunnahnya.

Kedua, membedakan puasa umat Islam dengan umat yang lain. Ketiga, memberikan kekuatan untuk tetap tegar pada siang hari saat berpuasa.

Keempat, menjadi momen yang tepat untuk melakukan amalan lainnya, yaitu beristighfar dan memohon limpahan rahmat. Kelima, membantu kita tetap taat kepada Allah SWT.

Saat akan makan sahur, biasanya umat Islam juga akan membaca niat puasa di bulan Ramadhan, yaitu:

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

"Nawaitu shouma ghodin an adaai fardlu syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aalaa".

Artinya, "Saya niat puasa besok, untuk menunaikan kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’aalaa".

Untuk doa makan sahur, sama seperti saat makan di hari-hari biasanya, yaitu:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Allohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar."

Artinya: “Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X