Sahkah Puasa Orang yang Lupa Berniat?

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

 Ahad 11 Apr 2021 05:20 WIB

Sahkah Puasa Orang yang Lupa Berniat? Foto: Pixabay Sahkah Puasa Orang yang Lupa Berniat?

Bulan suci Ramadhan disebut pula sebagai syahrul ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci Ramadhan disebut pula sebagai syahrul ibadah. Pada bulan ini, semua umat Islam diharuskan melakukan ibadah puasa mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Sebelum mulai berpuasa umat Islam harus mengucapkan niat puasa terlebih dahulu. Namun, bagaimana orang-orang yang lupa berniat puasa, apakah masih sah puasanya?

Ulama tafsir Alquran, Prof Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya yang berjudul M. Quraish Shihab Menjawab menurut pandangan mayoritas ulama, waktu berniat puasa adalah sejak tenggelamnya matahari hingga sesaat sebelum terbitnya fajar.

Baca Juga

Menurut dia, mengucapkan niat tidak wajib, cukup tekad di dalam hati. Menurut Mazhab Abu Hanifah, jika seseorang berniat puasa Ramadhan sesudah terbitnya fajar, maka puasanya tetap sah.

Di sisi lain, mazhab Maliki tidak mensyaratkan niat harus dilakukan setiap malam. Sebab, bagi mereka, niat berpuasa sebulan penuh di awal Ramadhan sudah cukup dan dengan demikian, tidak harus melakukan niat setiap hari.

Berikut ini niat puasa Ramadhan yang biasa diucapkan umat Islam usai sholat tarawih:

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

"Nawaitu shouma ghodin an adaai fardlu syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aalaa".

Artinya, "Saya niat puasa besok, untuk menunaikan kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’aalaa".

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X