Ahad 11 Apr 2021 00:11 WIB

IZI Jabar Luncurkan Program Booking Berkah Ramadhan

Program ini merupakan bantuan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Rep: Hartifiani Praisa/ Red: Friska Yolandha
Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Barat meluncurkan program Booking Berkah Ramadhan di Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, Sabtu (10/4). Dalam kesempatan ini IZI memulai penyebaran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh pelosok Jawa Barat.
Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Barat meluncurkan program Booking Berkah Ramadhan di Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, Sabtu (10/4). Dalam kesempatan ini IZI memulai penyebaran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh pelosok Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) meluncurkan program Booking Berkah Ramadhan 1442 H. Program ini merupakan bantuan bagi masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan dari wilayah terdepan, terluar dan tertinggal.

Kepala Perwakilan IZI Jawa Barat, Dian Mardiana mengakui IZI mencanangkan beberapa program bagi masyarakat, mushola, guru ngaji, hingga paket takjil. Dia menyebut sudah mulai bergerak tidak hanya di Bandung tapi juga tersebar di seluruh Jawa Barat.

Baca Juga

"Kami berkoordinasi dengan Baznas untuk memberi bantuan daerah terluar (di Jawa Barat), artinya kami mungkin di Bandung, tapi operasional kami mencakup 17 kota dan kabupaten," kata Dian di Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, Sabtu (10/4).

Dian menyebut program tersebut memastikan diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan. Dia memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih dengan pihak lain sehingga program bantuan ini tepat sasaran.

"Kita membuka layanan ajuan, kita memang dapatkan data langsung dari masyarakat. Kita juga punya jaringan relawan di beberapa daerah yang bisa menentukan wilayah atau penerima manfaat. Kita juga berkoordinasi dengan Baznas dan pemerintah daerah untuk bantuan di wilayah agar tidak ada double data//," kata Dian.

Untuk itu IZI terbuka bagi masyarakat yang memang ingin mengajukan membantu sesama. Dia mengakui ada saja masyarakat yang sebenarnya membutuhkan tapi tidak terdata.

Di sisi lain, Dian menyebut IZI punya target untuk setiap program yang ada. Dia mencontohkan selama bulan Ramadhan ini IZI akan membenah 10 mushola hingga memberi santunan guru ngaji dengan target penerima manfaat 150 orang.

"Tentu ada target lain seperti target penerima manfaat paket Ramadhan dengan 13 ribu jiwa. Program lain anak soleh sendiri bisa mencapai seribu jiwa dan seribu eksemplar penyebaran Alquran di seluruh Jawa Barat," kata Dian.

Kepala Sekretariat Baznas Jawa Barat, Kiki Agung mengakui IZI berkoordinasi dengan Baznas dalam pendataan tersebut. Menurutnya, bantuan tersebut bisa sangat berpengaruh bagi orang-orang yang membutuhkannya.

"Dalam bulan suci Ramadhan ini memang kesempatan bagi masyarakat untuk ibadah zakat, infak dan sodaqoh. Program ini bukan hanya perayaan saja, tapi kita harus lihat bahwa di pelosok Jawa Barat, banyak sekali orang-orang yang harus kita bantu," kata Kiki.

Kiki mengakui keadaan tersebut sangat tidak layak untuk masyarakat menjalani ibadah puasa. Sehingga Baznas membuka tangan sangat lebar dengan sinergi IZI.

"Kami berharap IZI bisa terus berkolaborasi termasuk dengan Baznas di daerah dan stakeholder lain. Kita (Baznas) tidak bisa bekerja sendiri, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat di pelosok bisa tercapai dengan baik," kata Kiki.

Dalam kesempatan yang sama, IZI pun memberikan bantuan paket Ramadhan di daerah Kabupaten Bandung Barat. Salah satu penerima manfaat Paket Ramadhan, Imuy, mengakui sangat membutuhkan bantuan itu karena memudahkannya menjalani Ramadhan.

Sebagai janda berusia 70 tahun, Imuy hanya bergantung pada anaknya sehingga bantuan itu sangat diperlukan olehnya. "Mudah-mudahan bantuan ini menjadi berkah kedepannya, karena saya mau puasa pun sulit karena sakit, tapi tetap puasa, mau kuat atau tidak tetap puasa," kata Imuy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement