Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Hadapi Real Madrid, Dalglish Yakin Liverpool Mampu Comeback

Sabtu 10 Apr 2021 14:20 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Akbar

Pelatih the Reds, Kenny Dalglish

Pelatih the Reds, Kenny Dalglish

Foto: blogspot
Dalglish yakin The Reds akan melakukan comeback di Anfield saat melawan Madrid

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE--Legenda Liverpool Kenny Dalglish belum putus harapan terhadap peluang mantan klubnya lolos ke semifinal Liga Champions musim ini meski kalah 3-1 dari Real Madrid pada leg pertama babak perempat final.

Ia yakin The Reds akan melakukan comeback di Anfield. Ia bahkan yakin Liverpool akan lolos ke final yang akan dimainkan di Istanbul Turki.

Dalglish mengatakan Liverpool akan menghadapi tugas di leg kedua daripada membalikkan defisit gol ketika mengalahkan Barcelona di semifinal 2019. Ia berharap memori comeback Liverpool atas AC Milan di final Liga Champions 2005 yang berlangsung di Stadion Ataturk, Turki dimana akan menjadi lokasi final yang sama musim ini dapat melecut mereka menyingkirkan Madrid.

"Kami tertinggal 3-1 di perempat final Liga Champions, bermain lagi pada hari Rabu melawan Real Madrid, final dimainkan di Stadion Ataturk yang merupakan stadion tempat kami mengalahkan AC Milan lewat adu penalti, jadi mungkin romantisme belum mati dan musim buruk akan berakhir bahagia,” kata Dalglish, dilansir dari Sportsmole, Sabtu (10/4).

Ia memandang Madrid akan lebih menyulitkan daripada saat mengalahkan Barcelona 2019 lalu. Pasalnya, Karim Benzema dan kawan-kawan lebih baik daripada Blaugrana. Madrid juga memiliki kekuatan pertahanan yang bagus.

Performa Liverpool musim ini terseok-seok. Mereka sudah kehilangan kesempatan mempertahankan gelar Liga Inggris. Pasukan Jurgen Klopp hanya berjuang lolos ke Liga Champions musim depan. Dalglish pun berkomentar mengenai kondisi Liverpool saat ini.

Menurut Dalglish faktor utama adalah absennya bek mereka hampir sepanjang musim. Beda cerita jika ada Virgil Van Dijk di pertahanan maka lawan akan berpikit seribu kali untuk melewati bek jangkung dan kuat tersebut.

Absennya bek-bek utama Liverpool membuat Klopp mencoba menempatkan Jordan Henderson dan Fabinho ke bek tengah. Hal tersebut menyebabkan peran mereka di lini tengah lepas dan tak ada pemain yang bisa lebih baik dari keduanya memerankan tugas di lini tengah.

"Saya pikir para pemain sama lapar seperti mereka tahun lalu, mereka mencoba meniru apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA