Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Alasan Robert Bawa Supardi ke Sleman

Sabtu 10 Apr 2021 07:06 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Agus Yulianto

Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir (kiri) dan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (14/3).

Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir (kiri) dan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (14/3).

Foto: Hartifiany Praisra/Republika
Meski baru satu kali bergabung dengan tim, Robert yakin tidak ada masalah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung membawa 20 pemainnya menuju Sleman pada Jumat (9/4). Persib akan menghadapi Persebaya Surabaya babak perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Ahad (11/4).

Dalam 20 nama tersebut ada nama baru dengan wajah lama, Supardi Nasir. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts memberikan alasan mengapa membawa Supardi ke Sleman.

"Yang pertama, dia adalah kapten. Selain itu dia dalam kondisi yang fit," kata Robert.

Supardi absen selama babak penyisihan grup karena mengikuti kursus kepelatihan lisensi B di Padang. Meski baru satu kali bergabung dengan tim, Robert yakin tidak ada masalah dari segi kondisi Supardi.

"Dalam kursus kepelatihan juga dibutuhkan kerja keras dan melatih kondisi fisik karena ada sesi teori dan praktik sehingga dia dalam kondisi yang bagus," tegas pelatih asal Belanda ini.

Artinya, ada empat pemain di babak penyisihan yang kini ditinggal di Bandung. Keempatnya adalah Dhika Bhayangkara, Zalnando, Saiful, dan Mario Jardel. Robert mengaku, di babak perempat final yang hanya memiliki satu leg ini dibutuhkan pemain yang berpengalaman.

"Dia adalah kapten dan berpengalaman. Dalam perjalanan kami, kini kami ada di tahap membutuhkan pemain berpengalaman dalam turnamen. Itu alasan kenapa dia ikut bersama kami," kata Robert.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA