Bentrok dengan Jam Malam, tak Ada Tarawih di Masjid Tunisia

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ani Nursalikah

 Sabtu 10 Apr 2021 04:25 WIB

Bentrok dengan Jam Malam, tak Ada Tarawih di Masjid Tunisia. Masjid Agung Kairouan tampak kosong karena tindakan untuk membendung pandemi Covid-19 di Kairouan, Tunisia pada 19 Mei 2020. Foto: Anadolu/Yassine Gaidi Bentrok dengan Jam Malam, tak Ada Tarawih di Masjid Tunisia. Masjid Agung Kairouan tampak kosong karena tindakan untuk membendung pandemi Covid-19 di Kairouan, Tunisia pada 19 Mei 2020.

Tunisia mengalami lonjakan infeksi virus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Kementerian Agama Tunisia mengizinkan warga melakukan sholat di masjid, termasuk sholat Jumat, di luar jam malam.

Ini muncul dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian satu hari setelah pihak berwenang memutuskan memperketat tindakan jam malam di Tunisia karena lonjakan tingkat infeksi virus corona.

Baca Juga

Otoritas negara memutuskan menambah jam malam di semua provinsi antara 9 dan 30 April, mulai pukul 19.00 hingga 05.00 waktu setempat, Rabu (7/4). Sebelumnya, jam malam mulai pukul 22.00 hingga 05.00 waktu setempat.

Dilansir di Middle East Monitor, Jumat (9/4), Kementerian mengumumkan orang-orang diizinkan sholat di masjid selama waktu yang tidak tercakup oleh jam malam, termasuk sholat Jumat, kecuali sholat Isya. Sholat tarawih tidak akan dilakukan di masjid karena bertepatan dengan jam malam.

Kementerian tidak memberikan rincian tentang prosedur lain yang akan diterapkan selama sisa periode Ramadhan, setelah 30 April. Kementerian menekankan perlunya berjaga-jaga dan melakukan tindakan pencegahan yang diatur oleh protokol sanitasi untuk menghadiri masjid, terutama untuk melakukan wudhu di rumah sebelum menuju ke masjid, membawa sajadah pribadi, memakai masker dan menjaga jarak yang diperlukan saat sholat.

Kementerian menunjukkan khutbah sholat Jumat akan dibatasi hingga 10 menit, sementara semua kegiatan di dalam fasilitas keagamaan masjid dan pusat penghafalan Alquran telah ditangguhkan, termasuk pelajaran dan sesi dikte Alquran. Hingga Rabu, Tunisia telah mencatat 264.994 kasus infeksi virus corona, termasuk 9.087 kematian dan 221.545 pemulihan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X