Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Tak Bisa Atasi Covid, Pejabat Partai Komunis China Dipecat

Jumat 09 Apr 2021 19:08 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona  (ilustrasi).

Virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Gong dinilai bertanggung jawab atas munculnya wabah baru di kota sebelah selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sekretaris Partai Komunis China (CPC) Kota Ruili Gong Yunzun dipecat dari jabatannya karena dianggap tidak becus dalam menangani kasus baru Covid-19. Gong merupakan orang nomor satu di kota paling selatan China yang berbatasan dengan Myanmar itu.

Badan Anti-Korupsi Provinsi Yunnan dalam putusannya, Kamis (8/4), menganggap Gong harus bertanggung jawab atas tiga rentetan kejadian penularan Covid-19 dalam kurun waktu setengah tahun. Sebagai pejabat utama, Gong harus bertanggung jawab atas wabah tersebut yang terakhir kali terjadi pada 29 Maret 2021 yang berdampak serius pada semua upaya pencegahan dan pengendalian pandemi di seluruh wilayah daratan China. Demikian putusan tersebut.

Baca Juga

Hingga Jumat sore, di Kota Ruili terdapat 87 kasus positif Covid-10 dan 44 kasus tanpa gejala.Semua pasien Covid-19 di kota itu telah mendapatkan perawatan kesehatan di beberapa rumah sakit yang tersebar di Provinsi Yunnan.

Gong tidak sendiri yang terkena sanksi pemecatan terkait kegagalannya mengatasi Covid-19.Sebelumnya, beberapa pejabat publik di China juga banyak yang didongkel dari jabatannya karena kasus serupa.

Pada awal Januari 2021, sedikitnya lima pejabat publik di Provinsi Hebei juga dipecat setelah muncul kasus baru Covid-19, di antaranya adalah wakil kepala Distrik Gaocheng, Kota Shijiazhuang, dan direktur biro kesehatan distrik setempat. Pada Juni 2020, wakil kepala Distrik Fengtai, Kota Beijing, juga dipecat setelah orang-orang yang bekerja di pasar grosir setempat tertular Covid-19 dari makanan beku.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA