Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

AS: Rusia Kerahkan Banyak Pasukan di Perbatasan Ukraina

Jumat 09 Apr 2021 08:26 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Pasukan militer Rusia, ilustrasi

Pasukan militer Rusia, ilustrasi

Foto: EPA-EFE/ANATOLY MALTSEV
AS mengaku prihatin dengan meningkatnya agresi Rusia di perbatasan Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih mengatakan, jumlah pasukan Rusia yang dikerahkan di perbatasan timur Ukraina lebih banyak ketimbang jumlah pasukan ketika mencaplok Krimea pada 2014. Amerika Serikat (AS) prihatin dengan meningkatnya agresi Rusia di perbatasan Ukraina.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, AS sedang membahas keprihatinannya dengan NATO terkait pengerahan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina. Psaki mengatakan bahwa Amerika Serikat semakin prihatin dengan meningkatnya agresi Rusia baru-baru ini di timur Ukraina, termasuk pergerakan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.

Baca Juga

"Rusia sekarang mengerahkan lebih banyak tentara ketimbang 2014 lalu," ujar Psaki.

Psaki tidak merinci jumlah pasukan Rusia yang dikerahkan di perbatasan Ukraina. Tetapi itu adalah pertama kalinya pemerintahan Biden memberikan gambaran tentang skala penumpukan tersebut.

Bentrokan antara separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina semakin memanas beberapa pekan terakhir. Penumpukan pasukan militer Rusia juga dikhawatirkan menambah ketegangan dalam konflik tersebut.

Pada Kamis (8/4) pagi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi garis depan di bagian timur negara itu. Beberapa hari terakhir dia meminta dukungan dari negara-negara Barat. Presiden AS Joe Biden pekan lalu menyatakan "dukungan tak tergoyahkan" untuk Presiden Zelenskiy dalam konfrontasinya dengan Rusia.

Perang di Ukraina pecah setelah Moskow menganeksasi Krimea tahun 2014 lalu. Konflik tersebut sudah menelan 13 ribu nyawa.

Kiev dan negara-negara Barat menuduh Rusia mendukung separatis dengan senjata dan pasukan. Moskow berulang kali membantah klaim tersebut. Perundingan damai yang ditengahi Prancis dan Jerman sejak 2015 lalu gagal mengakhiri perang.

Kremlin tidak membantah pergerakan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina. Tapi mereka menegaskan Moskow tidak mengambil sikap mengancam. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA