Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Jokowi Apresiasi Dukungan Ulama Atasi Pandemi Covid-19 

Kamis 08 Apr 2021 13:01 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Dukungan alim ulama ini agar semua pihak saling mendukung dan membantu pada pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya kepada para kyai dan alim ulama yang telah mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Menurut presiden, dukungan para alim ulama ini sangat penting agar seluruh elemen bangsa dapat saling mendukung dan membantu menghadapi tantangan pandemi saat ini. 

"Saya ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para kyai, alim ulama atas segala tausiyah dan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama PKB di Istana Negara, Kamis (8/4). 

Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyinggung berbagai tindakan kekerasan dan terorisme yang terjadi di tengah pandemi. Ia menegaskan, pemerintah tak akan berkompromi dengan tindakan intoleransi yang mengancam kehidupan masyarakat Indonesia. 

Baca Juga

"Sikap pemerintah tegas tidak akan berkompromi dengan tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Jokowi. 

Presiden menyampaikan, tindakan terorisme yang terjadi lahir dari cara pandang dan paham yang salah dan bertentangan dengan nilai luhur agama. Tindakan kekerasan terorisme inipun merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang dapat mengancam kerukunan masyarakat. 

Karena itu, pemerintah akan terus berkomitmen menghidupkan moderasi beragama di dalam kehidupan bermasyarakat. "Toleransi adalah bagian yang sangat penting dalam moderasi beragama. Eksklusifitas dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan bhineka tunggal ika," ucap Jokowi. 

Presiden pun yakin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mampu terus menyemai nilai-nilai moderat, tawassuth, nilai-nilai keseimbangan, dan juga tawazun. Menurut dia, PKB juga akan mampu untuk terus menebarkan moderasi beragama dan menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan antarsesama sehingga radikalisme dan terorisme tak lagi muncul di Indonesia. 

Dalam kesempatan ini, presiden juga menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi para alim ulama dalam menjaga kerukunan antarwarga, menjaga keutuhan bangsa dan merawat NKRI, menebarkan toleransi serta semangat persaudaraan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA