Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Hari Ini

Kamis 08 Apr 2021 10:07 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (31/3) ditutup melemah 85,92 poin atau 1,42 persen ke level 5.985.

Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (31/3) ditutup melemah 85,92 poin atau 1,42 persen ke level 5.985.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh IMF jadi sentimen penghambat laju IHSG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di area positif pada perdagangan pagi ini, Kamis (8/4). IHSG menguat sebesar 0,34 persen ke level 6.057,07 meski sempat dibuka melemah di awal perdagangan. 

Kepala riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, melihat investor kembali optimistis setelah sempat mengakami kekhawatiran akibat penurunan cadangan devisa Indonesia. Cadangan devisa saat ini tercatat 137,1 miliar dolar AS dari, jauh di bawah ekspektasi 139 miliar dolar AS. 

Sebelumnya, investor juga sempat pemistis tertekan sentimen pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. IMF merevisi pertumbuhan Indonesia dari 4,8 persen menjadi 4,3 persen pada tahun ini.

Meski demikian, sejumlah sentimen positif dalam negeri lainnya mampu menekan penurunan IHSG. "Kerja sama di industri kendaraan bermotor listrik atau EV battery, Privat Placement EMTK hingga potensi dana segar akibat penjualan menara Indosat menjadi faktor utama penguatan IHSG," kata Lanjar, Kamis (8/4).

Di sisi lain, Lanjar mengatakan, IHSG akan mendapat tekanan dari sentimen global. Ketidakpastian akan pembukaan kembali ekonomi di Eropa dan kekhawtiran penyebaran Covid-19 varian baru yang meluas menjadi trigger negatif bagi pasar saham. 

Selanjutnya, investor menanti pertemuan IMF dan Grup Bank Dunia 2021 setelah IMF berencana merevisi pertumbuhan ekonomi global. Secara teknikal, Lanjar memperkirakan, IHSG akan berpotensi bergerka menguat dengan support resistance 6.008-6.161.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA