Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Mendikbud: Saya Harus Skeptis dengan Program Sendiri

Kamis 08 Apr 2021 06:34 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Foto: Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim meluncurkan Program Guru Penggerak.

REPUBLIKA.CO.ID, PENAJAM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku harus skeptis dengan Program Guru Penggerak yang diluncurkannya. Menurutnya hal ini diperlukan supaya bisa berinovasi untuk penyempurnaan pada masa mendatang.

"Saya harus skeptis dengan program saya sendiri supaya saya terus bisa berinovasi untuk terus menyempurnakan program, termasuk hari ini saya perlu memperoleh respons dari para guru," ujar Nadiem di Penajam, Rabu (7/4), saat berdialog dengan sejumlah guru SD hingga SMA dan yang sederajat di halaman SDN 025 PenajamPaser Utara, Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan dialog tersebut, Ridwan, salah seorang guru SMP di PPU yang juga sebagai Guru Penggerak, mengaku ragu dengan kreasi yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di tengahpandemi. Keraguan muncul karena dalam penilaian yang dilakukan oleh pusat terhadap dirinya, tidak mendapatkan jawaban benar atau salah yang ia terapkan kepada siswa dan guru lain. 

Baca Juga

Namun, hal yang ia peroleh bobot nilai."Mengingat tidak adanya kata benar atau salah dari hasil penilaian yang saya peroleh, jadi saya ragu dengan kreasi pembelajaran yang saya terapkan selama ini apakah sudah tepat atau belum, jadi saya berharap ada pernyataan benar atau salah dalam penilaian mendatang," ucap dia.

Menanggapi hal ini, Nadiem mengatakan bahwa dalam Program Guru Penggerak memang tidak ada penilaian benar atau salah.Ia menjelaskan bahwa hal terpenting yang perlu dilakukan guru adalah terus berpikir positif, mandiri, kritis, dan berpikir merdeka.

"Program Guru Penggerak adalah mengevaluasi diri sendiri, bukan kami yang menentukan benar atau salah. Kita harus coba terus, mana yang berhasil dilanjutkan dan yang gagal dievaluasi untuk mencapai keberhasilan," ujar Nadiem.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA