Kamis 08 Apr 2021 00:27 WIB

Baru 30 Persen Ortu Izinkan Anak Ikut Sekolah Tatap Muka

Masih sedikit jumlah orang tua di DKI izinkan anak-anaknya ikut sekolah tatap muka.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andri Saubani
 Seorang siswa yang memakai pelindung wajah mengikuti instruksi dari seorang guru saat mengikuti uji coba pembukaan kembali sekolah di Jakarta, Indonesia, 07 April 2021.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Seorang siswa yang memakai pelindung wajah mengikuti instruksi dari seorang guru saat mengikuti uji coba pembukaan kembali sekolah di Jakarta, Indonesia, 07 April 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan, masih sedikit jumlah orang tua yang mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, Rabu (7/4). Dia mengungkapkan, hanya ada sekitar 30 persen orang tua yang memberikan izin.

"Memang menurut data besarnya masih 20-30 persen siswa yang diizinkan oleh orang tua," kata Ariza, Rabu.

Baca Juga

Meski demikian, Ariza menjelaskan, jumlah tersebut masih merupakan data sementara awal pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah. Sebab, jelas dia, saat ini baru ada 85 sekolah yang menggelar kegiatan tersebut dengan diikuti protokol kesehatan secara ketat.

"Ini belum diberlakukan semua, belum ditanyakan semua, baru di 85 sekolah. Nanti secara bertahap kita akan lihat, Insya Allah hasilnya baik," ujarnya.

Adapun keputusan anak-anak boleh atau tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah sepenuhnya berdasarkan izin dari orangtua masing-masing. Oleh karena itu, kata dia, Pemprov DKI akan berbenah untuk menyakinkan orangtua murid terkait penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di sekolah.

Selain itu, sambung Ariza, pihaknya juga akan menggunakan hasil uji coba ini sebagai bahan evaluasi. Sehingga, pembelajaran tatap muka di sekolah pada Juli 2021 dapat dilaksanakan sepenuhnya dengan baik sesuai rencana pemerintah pusat.

"Upaya kami di DKI memastikan bahwa pendukung sarana prasarana lengkap baik. Pendidiknya siap sudah divaksin semua dan memahami prokes dengan baik," tutur dia.

Dia menambahkan, pada hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah berjalan baik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu, kata dia, terlihat dari sarana dan prasarana yang disediakan sekolah serta kepatuhan para murid maupun guru.

"Alhamdulillah, berjalan dengan baik semua, fasilitas pendukung mulai dari cuci tangan, kemudian ruang ganti, toilet, sabun," ungkap Ariza.

"Desinfektan juga selalu dilakukan sebelum dan sesudah tatap muka, kemudian para guru mengikuti vaksinasi. Kegiatan ini sangat baik, ternyata cukup mendapat antusias dari anak-anak," imbuhnya.

photo
Ilustrasi Sekolah Tatap Muka - (republika/mgrol100)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement