Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Duterte Batalkan Pidato Usai Covid Merebak di Lingkaran Satu

Rabu 07 Apr 2021 20:22 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Rodrigo Duterte tak Izinkan Anak-Anak Bersekolah.

Presiden Rodrigo Duterte tak Izinkan Anak-Anak Bersekolah.

Foto: Ace Morandante/Fotografer Istana Malacanang v
Jumlah kasus Covid di Filipina meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Pejabat pemerintah Filipina mengatakan, Presiden Rodrigo Duterte membatalkan jadwal rapat dengan gugus tugas virus Corona dan pidato pekanan. Ia membatalkan agenda itu setelah puluhan staf dan tim pengamanan presiden terinfeksi virus Corona.

Filipina sedang menghadapi wabah pandemi virus korona terburuk di Asia. Rumah-rumah sakit di ibukota Manila kewalahan dengan lonjakan kasus infeksi sementara program vaksinasi masih tertunda.

Beberapa pekan terakhir jumlah kasus positif virus korona di Filipina meningkat tajam. Pada 2 April lalu kasus harian mencapai 15 ribu kasus. Sebagian besar dilaporkan di Manila. "Keselamatan fisik presiden tetap menjadi prihatian kami yang utama," kata juru bicara presiden Harry Roque, Rabu (7/4).

Kepala pengawal presiden Filipina, Presidential Security Group (PSG) Brigadir Jenderal Jesus Durante mengatakan 45 anggota PSG dinyatakan positif virus Corona. Sebagian besar penjaga gerbang kediaman presiden. "Kami akan meminimalisir kemungkinan paparan yang mungkin berbahaya bagi keselamatan presiden kami," katanya.

Sebelum pandemi Duterte memiliki jadwal yang cukup sibuk di mana ia menghadiri beberapa acara dan berpidato beberapa kesempatan setiap hari. Aktivitas yang padat itu diganti dengan pidato mingguan.

Duterte diketahui memiliki masalah punggung, migran karena gangguan saraf dan kerongkongan Barrett, yang mempengaruhi tenggorokannya. Ia juga menderita penyakit Buerger yang dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Presiden Filipina itu belum divaksin virus Corona dan sedang menunggu saran dokter yang mengungkapkan lebih memilih vaksin Sinopharm yang dikembangkan China. Tapi regulator Filipina belum menyetujui vaksin tersebut.

Senator dan sekutu dekat Duterte, Christopher Go memastikan kondisi kesehatan presiden baik-baik saja. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sebenarnya kami bersama-sama dan ia terus bekerja," kata Go.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA