Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

IMF: China akan Jadi Pendorong Ekonomi Global Pascapandemi

Kamis 08 Apr 2021 05:03 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Suasana lalu lintas kawasan perkantoran dan bisnis di Jalan Raya Chaoyangmen Wai, Beijing, terpantau sepi pada Kamis (18/2). Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut pemerintah China akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi global pada tahun-tahun mendatang.

Suasana lalu lintas kawasan perkantoran dan bisnis di Jalan Raya Chaoyangmen Wai, Beijing, terpantau sepi pada Kamis (18/2). Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut pemerintah China akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi global pada tahun-tahun mendatang.

Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie
PDB global diperkirakan naik menjadi 122 triliun dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut pemerintah China akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi global pada tahun-tahun mendatang. Prediksi IMF menunjukkan, China akan berkontribusi lebih dari seperlima dari total peningkatan produk domestik bruto dunia dalam lima tahun hingga 2026.

IMF dalam ringkasan laporannya, produk domestik bruto (PDB) global diperkirakan naik lebih dari 28 triliun dolar AS menjadi 122 triliun dolar AS selama periode itu, setelah jatuh 2,8 triliun dolar AS tahun lalu dalam guncangan terbesar sejak depresi besar.

“Kemudian Amerika Serikat dan India akan menjadi kontributor terbesar kedua dan ketiga untuk pertumbuhan global pada periode tersebut, dengan Jepang dan Jerman melengkapi lima besar,” tulis IMF dalam ringkasan laporannya seperti dikutip Rabu (7/4).

Secara keseluruhan, IMF memperkirakan ekonomi global akan tumbuh enam persen tahun ini, sebelum melambat menuju kecepatan tiga persen pada 2026. Lembaga itu juga memperingatkan pertumbuhan dalam ekspansi yang akan datang mungkin tidak merata, dengan ekonomi berkembang diperkirakan mengalami kerugian yang lebih besar dan lebih lambat. pemulihan.

“Ketimpangan pendapatan kemungkinan akan meningkat secara signifikan karena pandemi,” tulis IMF.

IMF mencatat sebanyak 95 juta lebih orang diperkirakan telah jatuh di bawah ambang kemiskinan ekstrem pada 2020 dibandingkan dengan proyeksi prapandemi. Adapun salah satu alasan untuk perbedaan tersebut karena pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan di AS.

Baca juga : Kata Warga Soal Seragam FPI Terduga Teroris Tanjung Barat 

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan Amerika Serikat merupakan satu-satunya ekonomi besar yang diperkirakan IMF akan tumbuh lebih besar dibandingkan sebelum pandemi pada tahun depan.

“Kenaikan suku bunga AS dapat menimbulkan ancaman bagi pemulihan di pasar negara berkembang,” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA