Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Antam Rombak Direksi dan Bagi Dividen 35 Persen

Kamis 08 Apr 2021 05:15 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Senin (12/10). PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membagikan dividen sebesar Rp 402,2 miliar.

Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Senin (12/10). PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membagikan dividen sebesar Rp 402,2 miliar.

Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA
Sisa laba 65 persen atau Rp 747 miliar akan dicatat sebagai saldo laba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membagikan dividen sebesar Rp 402,2 miliar. Jumlah dividen tunai yang dibagikan ini merupakan 35 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2020 sebesar Rp 1,15 triliun. 

Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2020 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (7/4). Sedangkan sisa laba 65 persen atau Rp 747 miliar akan dicatat sebagai saldo laba.

"Antam memiliki kebijakan untuk membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham setidaknya satu kali setahun dengan tetap memperhatikan posisi keuangan dan tingkat kesehatan perusahaan," kata SVP Corporate Secretary Antam, Kunto Hendrapawoko, Rabu (7/4).

Adapun perolehan laba bersih Antam sepanjang tahun lalu mengalami kenaikan yang signifikan hingga 493. Pada tahun 2019, capaian laba bersih Antam tercatat hanya sebesar Rp 193,85 miliar. 

Selain dividen, agenda RUPST emiten berkode ANTM hari ini juga merombak jajaran direksi perseroan. Hasil RUPST ANTM menyetujui adanya perubahan susunan pengurus dengan memberhentikan secara hormat Aprilandi Hidayat Setia sebagai Direktur Niaga dan Hartono sebagai Direktur Operasi dan Produksi.  

RUPST juga mengubah nomenklatur jabatan anggota direksi. Untuk direktur keuangan berubah menjadi direktur keuangan dan manajemen risiko. Untuk direktur operasi dan produksi diubah menjadi direktur operasi dan transformasi bisnis. Lalu RUPST menghilangkan nomenklatur direktur niaga dan direktur pengembangan. 

Sehingga susunan pengurus Perseroan antara lain Dana Amin sebagai Direktur Utama, Anton herdianto sebagai Direktur Keuan dan Manajemen Risiko, Luki Setiawan suardi sebagai Direktur SDM, dan Risono sebagai Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA