Seluruh Napi Positif di Lapas Tasikmalaya Berstatus OTG

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Suasana ruang isolasi para napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Lapas Tasikmalaya, Selasa (6/4).
Suasana ruang isolasi para napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Lapas Tasikmalaya, Selasa (6/4). | Foto: Republika/Bayu Adji P.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sebanyak 93 narapidana (napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19. Para napi itu telah dipisahkan dengan para napi lainnya yang telah dinyatakan negatif maupun menunggu hasil.

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Davy Bartian mengatakan, para napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah ditempatkan di Blok A. Berdasarkan pantauan Republika, terdapat empat kamar di blok itu yang dijadikan tempat isolasi. Akses ke blok itu telah dibatasi dengan kayu dan dipasangi tulisan steril area.

"Di sana ada warga binaan yang positif. Semua OTG (orang tanpa gejala), jadi diisolasi mandiri di blok khusus," kata dia, Selasa (6/4) malam.

Ia mengakui, pihak lapas mengalami beberapa kendala dalam penanganan para napi yang terkonfirmasi positif. Salah satu kendala yang dihadapi lapas adalah kurangnya tenaga medis yang kompeten. Di Lapas Tasikmalaya hanya terdapat seorang dokter dan beberapa perawat.

Selain itu, pihak lapas juga kekurangan stok obat dan vitamin untuk para napi yang positif Covid-19. "Tapi kita terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Dinkes Kota Tasikmalaya untuk membantu dalam penangan penyebaran Covid-19 di lapas ini," kata dia.

Davy mengatakan, selama para napi dalam kondisi sehat, tidak mungkin penanganannya dilakukan di luar lapas. Namun, jika terdapay keadaan darurat, penanganan di luar lapas mau tak mau harus dilakukan.

"Apabila ada gejala serius, kita akan tindak lanjuti perawatan di luar lapas. Tentu dengan pengamanan ketat. Jangan sampai pasiennya lari, jadi timbul masalah lagi," ujar dia.

Ia mengatakan, jika diperlukan penanganan napi positif Covid-19 di luar lapas, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepokisian untuk melakukan pengamanan. Jika perlu, pihaknya juga akan melibatkan TNI dalam melakukan pengamanan.

"Tapi saya mohon doa dari semua agar pandemi di lapas ini dapat segera diatasi dengan baik. Jangan sampai kami merepotkan pihak lain dalam penaganan ini," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, berdasarkan data terakhir, napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Lapas Tasikmalaya masih berjumlah 93 orang. Namun, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan swab ulang kepada para warga binaan.

"Kita hari ini kunjungan ke lapas. Mudah-mudahan tifak ada tambahan yang sakit," kata dia kepada Republika, Rabu (7/4).

Ia menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak lapas terkait kebutuhan tenaga medis, obat, dan vitamin, untuk para napi positif Covid-19. Menurut dia, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya akan membantu penanganan Covid-19 di Lapas Tasikmalaya.

Foto: Suasana ruang isolasi para napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Lapas Tasikmalaya, Selasa (6/4).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Napi di Lapas Tasikmalaya akan Di-swab Ulang

93 Napi Positif Covid-19, Tasikmalaya Minta Lapas Dipindah

Dinkes Tasikmalaya Khawatirkan Penyebaran Covid-19 di Lapas

Puluhan Napi di Lapas Tasikmalaya Positif Covid-19

Lapas Tasikmalaya Digeledah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image