Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Kementan Ajak Petani Pahami Kesuburan Tanah

Rabu 07 Apr 2021 17:30 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Dedi Nursyamsi menegaskan kegiatan SL bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani dan penyuluh, dapat teknologi tepat guna dan berkelanjutan sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mendorong terciptanya pertanian maju, mandiri dan modern.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Dedi Nursyamsi menegaskan kegiatan SL bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani dan penyuluh, dapat teknologi tepat guna dan berkelanjutan sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mendorong terciptanya pertanian maju, mandiri dan modern.

Foto: Kementan
Kesuburan tanah dengan pemumpukan berimbang bisa dikenal dengan PUTS dan PUTK

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Pemerintah khususnya Kementerian Pertanian RI (Kementan) berupaya membuka wawasan petani tentang kesuburan tanah melalui pemupukan berimbang, dengan mengenali Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK).

Kementan didukung Program Integrasi Partisipasi Pertanian dan Manajemen Irigasi/Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) melatih petani di daerah irigasi [DI] melalui Sekolah Lapang IPDMIP (SL) yang tersebar pada 74 kabupaten di 16 provinsi agar memahami praktik pengujian tanah di wilayah usaha tani mereka. 

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan kegiatan SL bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani dan penyuluh, dapat teknologi tepat guna dan berkelanjutan sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mendorong terciptanya pertanian maju, mandiri dan modern.

"Dari sekolah lapang maka petani didorong mampu mengidentifikasi kebutuhan unsur hara tanaman dan pupuk di wilayahnya didampingi oleh penyuluh," katanya. 

Kegiatan SL digelar oleh Kementan bersama IPDMIP,  Sementara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) khususnya Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) selaku National Project Management Unit (NPMU) dari IPDMIP 2021.

Kegiatan SL IPDMIP terkait PUTS dan PUTK baru-baru ini digelar di DU Waduk Bowo, Desa Jatipayak, Kecamatan Modo sebagai salah satu wilayah kegiatan IPDMIP di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur untuk 2021. 

Pengenalan PUTS dan PUTK di Lamongan diikuti 25 orang peserta dari Poktan Sumber Rejeki Ngelo yang difasilitasi oleh penyuluh setempat dan staf lapangan IPDMIP, dengan supervisor KUPT Ngimbang dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Modo selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani).

Peserta SL IPDMIP di Lamongan juga mengikuti kegiatan praktik, antara lain turun ke sawah untuk mengambil contoh tanah dengan cara yang benar, selanjutnya dianalisa oleh masing-masing kelompok yang dibagi sesuai wilayah. 

Tujuannya, untuk mengetahui kandungan NPK tanah sawah yang dianalisa menggunakan PTUS apakah termasuk kategori sangat rendah, rendah, sedang dan tinggi. Peserta praktik uji kandungan unsur hara pupuk anorganik yang dibawanya bahkan bisa membedakan bahwa pupuk itu palsu atau tidak.

"Hasil pengujian tanah akan menjadi acuan budidaya tanaman padi pada pemupukan padi sawah di areal Demplot yang telah ditentukan. Peserta SL dapat melihat produktivitas tanaman padi dengan pemupukan sesuai hasil pengujian mereka," kata Dedi Nursyamsi.

Mentan Syahrul mengingatkan agar petani dan penyuluh memanfaatkan sebaik mungkin kegiatan yang bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan di antaranya SL yang digelar IPDMIP, karena bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan tanpa mengabaikan pertanian berkelanjutan.Dedi Nursyamsi menambahkan para peserta SL IPDMIP diharapkan membagikan pengetahuannya kepada petani lain di wilayah usaha tani masing-masing. Selanjutnya bersama petani dapat menguji tanah miliknya, sehingga petani mengetahui jumlah pupuk yang seharusnya dipakai dalam lahan sawahnya.

"Kalau semua menerapkan hal tersebut, akan membantu petani menerapkan pemupukan berimbang, dapat menghemat pengeluaran, dapat menekan kerusakan lingkungan dan produksi sesuai target," kata Dedi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA