Rabu 07 Apr 2021 15:42 WIB

Pembebasan Lahan Proyek Kereta di Sulsel Ditarget Kelar Juni

Proyek jalur kereta dengan anggaran Rp 9 triliun ditargetkan selesai Maret 2022.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Pekerja beraktivitas di lokasi pengerjaan proyek rel kereta Trans Sulawesi di Desa Pekkae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Senin (5/11/2018).
Foto: Antara/Abriawan Abhe
Pekerja beraktivitas di lokasi pengerjaan proyek rel kereta Trans Sulawesi di Desa Pekkae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Senin (5/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pembebasan lahan proyek kereta Trans Makassar-Parepare di Kabupaten Pangkep dan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ditargetkan selesai dua bulan ke depan atau Juni 2021.

"Pembangunan KA Trans Makassar-Parepare terus digenjot dan ditargetkan paling lambat dua bulan ke depan pembebasan lahan sudah rampung," kata Kepala Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Jawa Bagian Timur Jumardi di Kota Makassar, Rabu (7/4)

Menurut dia, dengan tuntasnya pembebasan lahan itu nanti, pembangunan konstruksi dapat dipercepat. Untuk progres pembebasan lahan di Kabupaten Pangkep mencapai 93 persen. Sedang di Kabupaten Maros di angka 70 persen.

Rute kereta Makassar-Parepare terdiri dari dua jalur, yakni Tanete Rilau-Palanro sepanjang 42,8 kilometer (km) dan Mandai-Mandalle membentang 102,4 km. Menurut Jumardi, pembangunan proyek kereta di Sulsel sempat terhambat datangnya pandemi Covid-19.

Kini proyek tersebut kembali dilakukan dan ditargetkan rampung Maret 2022. "Proses pembangunan KA Trans Makassar-Parepare sempat melambat karena diawali pandemi dan BPN turun mengukur inventarisasi ya sangat terbatas," ujar Jumardi.

Pembangunan jalur kereta Trans Makassar-Parepare merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didanai pemerintah pusat dengan dana menelan Rp 9 triliun. Sedangkan pembebasan lahan ditanggung Pemprov Sulsel dengan penyediaan dana awal sekitar Rp 30 miliar pada masa kepemimpinan gubernur Syahrul Yasin Limpo.

Proyek Trans Makassar-Parepare sudah dikerjakan sejak era awal Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hanya saja, proyek tersebut terus molor hingga lima tahun berlalu, pembangunannya tak kunjung selesai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement