Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Wapres Imbau Vaksinasi Ulama di Daerah Gunakan AstraZeneca

Rabu 07 Apr 2021 10:38 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Wapres mengatakan hal itu untuk memperkuat keyakinan masyarakat terhadap vaksin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengimbau vaksinasi terhadap ulama-ulama maupun pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah menggunakan vaksin AstraZeneca. Wapres berharap penggunaan vaksin AstraZeneca terhadap para ulama memperkuat keyakinan masyarakat terhadap vaksin asal Inggris tersebut.

Sebab, vaksin AstraZeneca sempat menjadi persoalan lantaran salah satu bahan bakunya mengandung unsur haram. "Karena itu mungkin ini (vaksin dengan AstraZeneca) yang akan terus dianjurkan ke MUI-MUI daerah provinsi kabupaten kota agar tidak ada keraguan, jadi masyarakat tdk perlu ragu menggunakannya dari segi kebolehannya, menurut pandangan keagamaan oleh MUI," kata Ma'ruf saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Rabu (7/4).

Baca Juga

Wapres mengatakan, vaksinasi dengan AstraZeneca ini merupakan lanjutan dari vaksinasi di MUI Pusat hari ini, yang memiliki kekhususan lantaran vaksin yang digunakan untuk menyuntik pengurus MUI Pusat adalah vaksin AstraZeneca. Wapres menyampaikan, vaksinasi pengurus MUI menggunakan Astrazeneca ingin membuktikan, vaksin buatan Inggris itu boleh dan aman digunakan meskipun salah satu bahan baku haram.

"Maka MUI Pusat hari ini melakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin AstraZeneca supaya tidak ada keraguan," kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI tersebut.

Karena itu, Wapres meminta kepada ulama maupun umat Islam tidak lagi mempersoalkan soal kehalalan vaksin AstraZeneca tersebut. Sebab, saat ini persoalannya bukan lagi soal halal haram tetapi boleh atau tidak boleh.

Baca juga : Vaksinasi di MUI Pakai AstraZeneca, Ini Harapan Menkes

Hal ini dilakukan untuk memperkuat keyakinan masyarakat untuk divaksin. Dengan begitu, target kekebalan komunitas atau herd immunity sebesar 70 persen penduduk dapat tercapai segera.

"Mudah-mudahaan vaksinasi menggunakan Astrazeneca oleh MUI Pusat hari ini akan menjadi semacam pendorong memberikan kepercayaan dalam rangka mempercepat proses vaksinasi supaya kita mencapai kekebalan kelompok," katanya.

Sekretaris Jenderal MUI Pusat Amirsyah Tambunan mengungkapkan komitmen MUI dalam mendukung program vaksinasi nasional. Ia meyakini, vaksinasi sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yg sudah berlansung setahun lebih. 

"MUI dari tingkat pusat insyallah sampai ke tingkat provinsi,kabupaten, kota akan menyelenggarakan sosialiasi dan vaksinasi," katanya.

Karena itu, ia berharap upaya ini dapat menggugah masyarakat agar tidak ragu untuk divaksin. Sebab, vaksinasi menjadi salah satu upaya mengakhiri pandemi Covid-19. 

"Ikhtiar ini harus terus kita lakukan tiada henti, tidak menyerah, meskipun banyak isu yang terkadang membuat masyarakat ragu tapi kami menegaskan jangan ragu, jangan bimbang," ungkapnya.

Baca juga : Pakar UGM: Antivirus Covid-19 Belum Ditemukan

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA