Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

IHSG Diproyeksi Menguat Dipicu Sentimen Proyek EV Battery

Rabu 07 Apr 2021 09:56 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan hari ini, Rabu (7/4).

Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan hari ini, Rabu (7/4).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Pagi ini, IHSG kembali menguat ke level 6.027,87.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan hari ini, Rabu (7/4). IHSG melanjutkan penguatan setelah kemarin perdagangan ditutup naik setengah persen di level psikologis 6.000.

Pagi ini, IHSG kembali menguat ke level 6.027,87. Penguatan IHSG ini ditopang oleh sektor pertambangan dan properti. "Selain itu, berbaliknya saham-saham konstruksi setelah pada perdagangan sebelumnya terteken cukup dalam menjadi faktor utama," kata kepala riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, Rabu (7/4).

Menurut Lanjar, saham-saham yang terkait dengan Indonesia Battery Corporation naik setelah Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kerjasama pengembangan proyek pabrik listrik atau EV battery dengan China. 

Baca Juga

Selain itu laporan laba yang melonjak di beberapa perusahaan tambang juga menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Selanjutnya investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan naik.

Lanjar memperkirakan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. "Secara teknikal IHSG berpotensi menguat dengan support resistance 5.962-6.093," tutup Lanjar. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA