Masjid Agung Hamilton Batasi Jamaah pada Ramadhan

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 07 Apr 2021 12:05 WIB

Masjid Agung Hamilton Batasi Jamaah pada Ramadhan. Muslim di Kanada (ilustrasi) Foto: capilanocourier.com Masjid Agung Hamilton Batasi Jamaah pada Ramadhan. Muslim di Kanada (ilustrasi)

Hanya 100 jamaah pria dewasa yang boleh datang beribadah di masjid selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, HAMILTON -- Masjid Agung Hamilton, Ontario, Kanada akan menerapkan pembatasan jumlah jamaah dalam berbagai kegiatan selama Ramadhan karena pandemi Covid-19 masih terjadi. Imam Masjid Agung Hamilton Sayed Tora mengatakan nantinya hanya ada 100 orang jamaah yang merupakan pria dewasa yang boleh datang beribadah di masjid selama Ramadhan.

Jumlah itu lebih sedikit dibanding hari-hari biasanya. “Secara teratur selama Ramadhan setiap hari kami memiliki lebih dari 400 orang di sini saat matahari terbenam untuk berbuka puasa,” kata Tora, seperti dilansir The Hamilton Spectator, Rabu (7/4).

Masjid Agung Hamilton sebenarnya dapat menampung jamaah sebanyak 1.800 orang. Namun, dengan adanya pembatasan sejak awal pandemi jumlah jamaah yang hadir ke masjid hanya sekitar 270 orang.

Baca Juga

Tora mengatakan ibadah sholat malam selama Ramadhan akan diadakan dalam dua sesi. "Orang-orang sangat antusias menantikan Ramadhan yang normal tahun ini, meskipun dengan menjaga jarak sosial dan masker," kata Tora yang mengakui masjid tersebut sebagian besar kosong selama perayaan Ramadhan tahun lalu karena pandemi.

Tora meminta Muslim setempat merayakan Ramadhan di rumah.  Masyarakat dapat melihat pelaksanaan sholat di masjid Hamilton maupun ceramah secara online melalui laman resmi masjid. 

Baca juga : 177 Imam Ditunjuk Memimpin Sholat Tarawih Selama Ramadhan

Tak hanya pembatasan dalam jumlah jamaah saat ibadah, Masjid Hamilton juga menghilangkan kegiatan iftar bersama. “Kami tidak dapat mengakomodasi orang yang duduk dan makan di sini seperti yang kami lakukan sebelum Covid. Pada dasarnya kami tetap mengadakan iftar bersama, tapi makanan akan dibawa pulang," katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X