Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Klopp Kritik Wasit Atas Kekalahan Liverpool dari Madrid

Rabu 07 Apr 2021 07:02 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah

Manajer Liverpool Juergen Klopp.

Manajer Liverpool Juergen Klopp.

Foto: Adam Davy / POOL/PA POOL
Juergen Klopp menilai Sadio Mane dilanggar sebelum gol kedua Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID --Pelatih Liverpool Juergen Klopp menjadikan wasit Felix Brych sebagai kambing hitam atas kekalahan timnya dari Real Madrid dalam duel leg pertama babak perempat final Liga Champions, di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (7/4) dini hari WIB. Ia kesal wasit tak menganggap pelanggaran ketika Sadio Mane dijatuhkan pemain Madrid jelang terciptanya gol kedua tuan rumah.

Liverpool harus pulang ke Merseyside dengan kekalahan 1-3.  Dua gol Vinicus Junior dan satu Marco Asensio sudah cukup membuat Klopp dan pasukannya pulang tertunduk. Sebab Liverpool hanya mampu mencetak satu gol lewat Mohamed Salah.

Baca Juga

"Ketika [Mane] jatuh, itu tidak benar. Saya memberi tahu [Brych] setelah saya pikir dia tidak adil dengan Sadio,” ujarnya usai pertandingan, dilansir dari Marca.

Kendati demikian Klopp mengakui timnya juga tak bermain cukup bagus. Akibatnya mereka tidak membawa pulang apa pun dari kandang Madrid.

Menurutnya jika tim ingin lolos ke semifinal harus memiliki modal segalanya untuk mencapai tujuan tersebut.

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu menilai pasukannya tak bekerja dengan baik pada babak pertama. Liverpool tak memainkan permainan bagus untuk menghadirkan masalah kepada Karim Benzema dan kawan-kawan.

Ia menambahkan permainan Liverpool membuat Madrid bermain sangat nyaman dan hal ini bisa terjadi dalam sebuah pertandingan. Namun pada babak kedua, kinerja tim lebih baik sehingga menghasilkan satu gol dan itu dianggap sebagai penyelamat.

"Bertahun-tahun lalu kami kalah kalah 0-3 dari Barcelona dan memainkan pertandingan super. Malam ini kami tidak melakukannya,” katanya.

Kekalahan ini membuat beban The Reds lolos ke perempat final sangat berat. Mereka harus membalikkan keadaaan tanpa kehadiran fan di tribun. Leg kedua nanti akan sangat berbeda dibandingkan saat melawan Barcelona pada 2019.

"Ini akan sangat berbeda. Tonton pertandingan Barcelona kembali dan 80 persen itu berkat bantuan atmosfer di stadion. Tapi kami akan mencobanya dengan benar,” kata pelatih asal Jerman tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA