Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Penelitian Australia Bawa Harapan Cegah Obesitas pada Anak

Rabu 07 Apr 2021 02:26 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Gita Amanda

Para peneliti dari Universitas Queensland (UQ) Australia, mengembangkan dan memvalidasi model yang dapat memprediksi apakah bayi berisiko mengalami obesitas pada masa kanak-kanak pada usia delapan hingga sembilan tahun. (ilustrasi)

Para peneliti dari Universitas Queensland (UQ) Australia, mengembangkan dan memvalidasi model yang dapat memprediksi apakah bayi berisiko mengalami obesitas pada masa kanak-kanak pada usia delapan hingga sembilan tahun. (ilustrasi)

Foto: newsmild.com
Semakin tua anak dengan obesitas, makin besar kemungkinan mereka obesitas saat remaja

REPUBLIKA.CO.ID, Para peneliti dari Universitas Queensland (UQ) Australia, mengembangkan dan memvalidasi model yang dapat memprediksi apakah bayi berisiko mengalami obesitas pada masa kanak-kanak pada usia delapan hingga sembilan tahun.

Dilansir dari Xinhua, Rekan Peneliti dan Ahli Diet di UQ Center for Health Services Research, Oliver Canfell mengatakan ada beberapa faktor risiko, baik dari bayi dan ibu dari bayi sendiri. “Faktor risikonya adalah perubahan berat badan bayi 1 tahun pertama, tinggi dan berat badan ibu sebelum hamil, tinggi badan dan berat badan ayah, pola tidur bayi 1 tahun pertama, kelahiran prematur, ibu yang merokok saat hamil dan jika bayinya berjenis kelamin perempuan,” kata Canfell.

Lebih lanjut, Canfell mengatakan, model tersebut dapat menghitung risiko obesitas pada masa kanak-kanak dengan akurasi 74,6 persen. Menurut para peneliti, hampir satu dari empat anak Australia hidup dengan berat badan yang tidak sehat.

Sementara itu, pencegahan obesitas paling efektif dalam 1.000 hari pertama kehidupan, dan model i-PATHWAY dapat digunakan dalam periode ini untuk memprioritaskan pencegahan untuk bayi berisiko tinggi.

“Mengidentifikasi bayi berisiko tinggi berarti dokter dan keluarga dapat proaktif bersama-sama untuk menerapkan tindakan pencegahan berbasis keluarga," kata Canfell.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA