Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Muhammadiyah Dukung BPIP Soal Pendidikan Moral Pancasila

Selasa 06 Apr 2021 21:00 WIB

Red: Budi Raharjo

Sosialisasi Pancasila dengan tema:

Sosialisasi Pancasila dengan tema:

Foto: bpip
Diharapkan tak ada lagi paham menyimpang yang mempersoalkan agama dengan negara

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Banten Dr HM Syamsuddin MPd menegaskan pihaknya mendukung penuh terhadap Pendidikan Moral Pancasila diajarkan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini hingga Perguruan Tinggi. Menurutnya, Muhammadiyah dimanapun tidak pernah mempersoalkan Pancasila, namun justru mengajak kepada masyarakat untuk mempertahankan ideologi negara itu dan menginternalisasi melalui pendidikan formal.

"Muhammadiyah tidak pernah mempersoalkan Pancasila, justru kami sangat mendukung dengan ideologi tersebut," ucapnya saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Pancasila dengan tema: "Pancasila dan Pentingnya Pembentukan Karakter Generasi Muda Melalui Pendidikan Formal" di Serang Senin (5/4).

Ia bahkan mengaku Lembaga Pendidikan Muhammadiyah sudah menanamkan pendidikan Pancasila sejak dini kepada anak didiknya. Dirinya berharap tidak ada lagi paham-paham menyimpang yang mempersoalkan agama dengan negara. "Gerakan kebangsaan tidak bisa dipertentangkan dengan gerakan keagamaan, gerakan keagamaan harus dipersenyawakan dengan gerakan kebangsaan", jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Kepala BPIP Prof Dr Hariyono MPd menyebut Muhammadiyah merupakan organisasi terbesar di Indonesia yang sangat peduli dengan pendidikan. Lembaga Pendidikan Muhammadiyah secara Formal bahkan terbanyak di antara organisasi atau yayasan lainnya di Indonesia dan cukup Pancasilais dan Nasionalis. "Kasman Singodimedjo adalah ketua PETA, tokoh Muhammadiyah ini sangat Pancasilais dan Nasionalis yang melarang anak muda melakukan revolusi 16 Agustus 1945," ucapnya.

Disamping itu KH Ahmad Dahlan telah mengajarkan kebhinekaan sejak awal, bahkan sekolah-sekolah Muhammadiyah waktu itu banyak yang merekrut Guru non-Muslim. "Negara kalau ingin maju harus ada perubahan dan berkemajuan. Ini adalah tekad kita," tegasnya.

BPIP juga mengajak bersama-sama dengan Muhammadiyah menggali nilai-nilai Pancasila. "Pancasila adalah sebagai alat pemersatu. Kita tidak akan menjadi bangsa yang maju tanpa punya pemikiran untuk berkemajuan," katanya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat di lingkungan keluarga jangan sekali-kali mendidik anak. "Jangan didik anak-anak kita untuk benci kepada negaranya," ucapnya.

Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP M Akbar Hadi Prabowo SH MH berharap Muhammadiyah ikut berperan aktif dalam mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengaku dalam kesempatan ini diikuti 50 peserta. Ini membuktikan kegiatan ini diapresiasi oleh warga Muhammadiyah. Kegiatan tersebut sudah melalui prosedur protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA