PBNU: Ibadah di Masjid Boleh, Asal Terapkan Protokol Covid

Red: Ratna Puspita

Suasana sholat berjamaah di Masjid Al Akbar Surabaya.
Suasana sholat berjamaah di Masjid Al Akbar Surabaya. | Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan bahwa segala pelaksanaan ibadah di masjid saat bulan suci Ramadhan boleh dilakukan. Asalkan, jamaah tetap menerapkan protokol kesehatan guna terhindar dari penularan Covid-19.

"Ketika bulan suci Ramadhan mendatang maka tetap boleh melaksanakan sholat berjamaah di masjid dan mushala, baik shalat fardu, sholat tarawih, termasuk tadarus, dan pengajian-pengajian. Tetapi karena masih pandemi belum hilang maka tetap menggunakan protokol kesehatan," ujar Ketua PBNU Abdul Manan Ghani dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa (6/4).

Baca Juga

Pernyataan ini senada dengan yang diputuskan Kementerian Agama, bahwa umat boleh melaksanakan kegiatan agama di masjid, namun dengan beberapa ketentuan protokol kesehatan. Adapun, ketentuan yang disampaikan Kemenag, yakni mengizinkan pelaksanaan sholat tarawih dan sholat Idul Fitri secara berjamaah, tetapi penyelenggaraannya hanya dibatasi 50 persennya saja dari kapasitas yang ada.

Menurutnya, lembaga NU harus memakmurkan masjid salah satunya mengisi dengan beragam kegiatan amaliah. Akan tetapi, semua itu harus tetap memegang teguh penerapan protokol kesehatan.

Dia menyampaikan bahwa PBNU melalui Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) akan mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat terkait memakmurkan di masjid pada bulan suci Ramadhan. "LDNU tetap memakmurkan masjid, melaksanakan dakwah di masjid, memberikan tausiyah. Karena kesempatan puasa ini Insya Allah dakwah akan diterima jamaah, memberikan tuntunan, bimbingan, tentang puasa Ramadhan, menjaga lisan, menjaga syahwat di bulan Ramadhan," kata dia.

Sementara itu, Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Makky Zamzami menegaskan agar pelaksanaan ibadah sepanjang Ramdhan tahun ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran pandemi. "Sampai pandemi benar-benar hilang, kita berharap tetap menerapkan perilaku-perilaku adaptasi kebiasaan baru, seperti bersalaman tanpa bersentuhan fisik," kata dia.

Kendati demikian, Makky juga mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami gejala penyakit agar tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Ia juga menyarankan kepada pengurus masjid agar menghindari perkumpulan di dalam masjid, seperti rapat atau diskusi dengan jumlah yang banyak. 

Jika mengharuskan maka harus menerapkan protokol kesehatan, waktunya dipersingkat, memakai masker, mencuci tangan, memastikan ventilasi masjid terbuka. "Apakah ini masih relevan atau tidak. Kalau saya itu tergantung karena nanti kita berharap yang menjadi acuan adalah bagaimana protokol kesehatan ini tetap terlaksana. Walaupun misalnya mushala dan masjid melaksanakan shalat rawatib, tetapi tetap harus melaksanakan protokol kesehatan baik dan benar," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


BSI Teken Nota Kesepahaman dengan MUI dan PBNU

LPNU Siap Berperan Entaskan Kemiskinan di Indonesia

Ketua PBNU: Teror dengan Dalih Jihad Kekeliruan Besar

Hadiri Konferwil NU DKI, Anies: NU Tetap Jadi Pengayom

PBNU: Penyerangan di Mabes Polri PR Besar Bangsa Indonesia

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image