Selasa 06 Apr 2021 16:51 WIB

Juni, Cakupan Vaksinasi Lansia Ditargetkan Capai 90 Persen

Meningkatkan vaksinasi lansia, Kemenkes bebaskan aturan domisili

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada lansia di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021).  Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) sejak 17 Februari lalu. Pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk lansia bisa mencapai 90 persen hingga akhir Juni 2021.
Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada lansia di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) sejak 17 Februari lalu. Pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk lansia bisa mencapai 90 persen hingga akhir Juni 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) sejak 17 Februari lalu. Pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk lansia bisa mencapai 90 persen hingga akhir Juni 2021.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengaku pihaknya terus berusaha mengakselerasi cakupan imunisasi Covid-19.

"Kami harapkan minimum di akhir Juni 2021, vaksinasi untuk lansia yang mendapatkan dosis pertama selesai minimal 90 persen," ujarnya saat mengisi konferensi virtual bertema Tugas Mulia Urus Lansia, Selasa (6/4).

Untuk mewujudkan target ini, pihaknya kini membuat aturan lansia bisa divaksin tanpa terikat dengan domisili. Artinya, vaksinasi bisa dilakukan di semua daerah dengan cukup membawa kartu identitas KTP.  Selain itu, pihaknya tetap fokus pada sentra vaksinasi. Nadia menambahkan, sentra vaksinasi ini akan dioptimalkan Kemenkes untuk terus menambah cakupan lansia yang divaksin.

"Kami tetap membuka layanan vaksinasi untuk lansia karena mungkin saja lansia itu kan ada yang sudah datang namun karena ada kendala kondisi kesehatan sehingga vaksinnya tertunda. Atau ada juga lansia baru sembuh dari Covid-19 sehingga mereka harus menunda 3 bulan sebelum mendapatkan vaksinasi," katanya.

Kendati demikian, Nadia menilai upaya ini belum cukup untuk membantu lansia. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat juga ikut berperan mengajak lansia untuk mendapatkan vaksinasi. Menurutnya, kelompok renta ini membutuhkan uluran tangan. 

"Kita harus betul-betul mengantarkan dan mencari lansia yang bisa divaksinasi," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement