Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Hehamahua: Saya Ingin Selamatkan Masyumi Sebelum Tutup Usia

Selasa 06 Apr 2021 13:15 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua, dalam keterangan pers video pengumuman kepengurusan Partai Masyumi.

Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua, dalam keterangan pers video pengumuman kepengurusan Partai Masyumi.

Foto: Tangkapan layar
Masyumi beberapa kali berusaha bangkit sejak dibubarkan pada 1959.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua ditunjuk sebagai ketua Majelis Syuro Partai Masyumi. Hehamahua mengaku ingin menyelamatkan partai berlambang bulan dan bintang itu sebelum dirinya tutup usia.

"Dalam kondisi gonjang-ganjing internal keluarga besar Masyumi, saya sebelum menutup mata, saya tampil ke depan untuk menyelamatkan kondisi internal umat Islam, khususnya Masyumi," ujar Hehamahua dalam keterangan pers video pengumuman kepengurusan Partai Masyumi yang dikutip Selasa (6/4).

Sebagai salah satu sosok yang hadir sejak kejayaan Partai Masyumi dulu, Hehamahua mengatakan bahwa dia memiliki tanggung jawab moral terhadap partai ini. Setelah senior-senior Partai Masyumi telah meninggal, seperti Muhammad Natsir, Mohammad Roem, Yunan Nasution, dan Husein Umar yang telah meninggal dunia.

"Abdullah Hehamahua mengatasnamakan HMI dan itu orang (nama-nama yang disebutkan dalam pernyataannya) sudah meninggal, tinggal saya sendiri. Maka dari itu, tanggung jawab moral saya sebagai orang yang diamanahkan," ujar Hehamahua.

Setalah pembubaran Partai Masyumi pada 1959, cerita Hehamahua, partai berlambang bulan dan bintang itu sebetulnya berusaha untuk bangkit kembali. Namun, usaha yang dilakukan pada Orde Baru disebutnya sulit sehingga urung terlaksana waktu itu.

Baca juga : PBB Ingatkan Masyumi Reborn Ujian Sebelum Pemilu

Baru setelah reformasi, Partai Masyumi kembali lahir. Meski waktu itu perolehan suara yang diperoleh pada Pemilihan Umum (Pemilu) 1999 tak seperti kejayaannya pada masa lalu.

"Kemudian, tidur lagi dan sekarang waktunya untuk kita kembali lagi," ujar Hehamahua.

Menurutnya, kematian untuk dirinya dan semua orang adalah sesuatu yang absolut. Dengan demikian, ia mengaku tak takut dengan kematian yang pasti akan datang kepadanya, entah sekarang atau pada waktu lain.

"Untuk itu, kemudian mudah-mudahan dalam sisa usia yang sudah senja itu, kalau ditakdirkan Allah mengambil saya, bapak-bapak ibu-ibu yang masih muda dari saya, lanjutkan terus dan sekali lagi berkembang pantang mundur ke belakang. Mati pasti, jadi Anda jangan takut dengan mati," ujar Hehamahua.

Baca Juga

Masyumi Reborn telah mengumumkan kepengurusannya. Mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani resmi ditunjuk sebagai ketua umum Partai Masyumi Reborn periode 2021-2026.

"Masyumi ini lahir adalah dalam rangka merespons hadirnya partai Islam di tengah-tengah masyarakat, yang pilihan-pilihan politiknya masih belum menentukan pilihannya," ujar Ahmad Yani saat dihubungi, Senin (5/4).

Partai yang diketuainya memiliki jargon "Masyumi Memanggil". Namun, Ahmad Yani menegaskan, kehadiran Partai Masyumi Reborn bukanlah untuk melemahkan partai-partai Islam di Indonesia yang sudah ada.

Baca juga : Innalillahi, Ulama Banten Abuya KH Uci Thurtusi Wafat

Ia belum mengungkapkan kapan kepengurusannya akan diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Namun, setelah terbentuknya kepengurusan Partai Masyumi Reborn, Ahmad Yani menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menggelar konsolidasi.

"Konsolidasi menyelesaikan kepengurusan yang ada, baik kepengurusan di pusat, wilayah, daerah, cabang sampai ranting,” ujar Ahmad Yani.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA