Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Pemerintah Siapkan Bantuan Renovasi Rumah Terdampak Banjir

Selasa 06 Apr 2021 13:07 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha

Sebuah kendaraan rusak terendam air banjir di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Ahad (4/4). Pemerintah akan menyiapkan dana bantuan untuk merenovasi rumah masyarakat yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem di NTT dan NTB.

Sebuah kendaraan rusak terendam air banjir di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Ahad (4/4). Pemerintah akan menyiapkan dana bantuan untuk merenovasi rumah masyarakat yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem di NTT dan NTB.

Foto: AP/Ricko Wawo
Bantuan yang diberikan sebesar Rp 50 juta untuk rumah rusak berat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan menyiapkan dana bantuan untuk merenovasi rumah masyarakat yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas pagi ini, Selasa (6/4).

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dana bantuan yang akan diberikan yakni sebesar Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 20 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan.

"Telah ditugaskan oleh Presiden, BNPB itu akan dibangun rumah dari korban terdapat baik yang rusak berat, rusak sedang, dan juga rusak ringan di mana anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat untuk rusak berat Rp 50 juta, sedang Rp 20 juta dan rusak ringan Rp 10 juta," kata Doni saat konferensi pers.

Selain itu, BNPB juga akan mengupayakan agar para pengungsi dapat menyewa rumah untuk tempat tinggal keluarga mereka sementara waktu. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kerumunan di tempat pengungsian di masa pandemi saat ini.

Karena itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan dana siap pakai kepada setiap keluarga korban bencana. "Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadinya kerumunan di tempat-tempat pengungsian," ucapnya.

Untuk mencegah penularan pandemi di lokasi bencana, BNPB dan Kemenkes juga akan menyalurkan alat rapid test antigen ke seluruh daerah. Alat ini akan digunakan sebagai screening awal baik bagi warga maupun para relawan yang datang dari luar daerah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA