Anggota DPRD Jabar Khawatir Utang Besar Bandara Kertajati

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Suasana Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Ahad (8/11/2020), yang sepi akibat tidak ada aktivitas penerbangan.
Suasana Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Ahad (8/11/2020), yang sepi akibat tidak ada aktivitas penerbangan. | Foto: Dedhez Anggara/ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Asep Wahyuwijaya mengaku bingung soal utang PT Bandara Internasional Jawa Barat (PT BIJB), yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang melahirkan Bandara Kertajati. Dalam catatan PT BIJB, utang perusahaan mencapai Rp 600 miliar untuk pembangunan bandara.

"Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya utang piutang PT BIJB kepada para kreditur bisa turut terselesaikan lalu Pemprov Jabar pun mendapatkan kelebihannya, jika saham di BIJB itu mau dijual," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat itu saat dihubungi dari Kota Bogor, Senin (5/4).

Bandara Kertajati berada di Kabupaten Majalengka, Jabar. Pemerintah pusat memutuskan bandara yang menelan anggaran triliunan rupiah itu untuk dijadikan bengkel pesawat. Hal itu lantaran lokasi bandara yang jauh dari Kota Bandung membuat tidak ada aktivitas penerbangan.

Menurut Asep, Pemprov Jabar tak mesti lagi andil dalam mengurusi Bandara Kertajati. Pasalnya, Pemprov Jabar tidak memiliki kewenangan atas Bandara Kertajati sejak terbitnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda).

Sehingga, AW menyarankan agar PT BIJB dijual ataupun dipailitkan merujuk pada UU Pemda yang menyatakan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan penerbangan sudah sepenuhnya menjadi urusan pemerintah pusat.

"Bayangkan saja, untuk kebutuhan operasionalnya sudah kembang kempis, bayar listrik pun susah gak mampu, tiba-tiba sekarang kewenangannya pun dicabut, gimana mau bayar utangnya," kata legislator asal Kabupaten Bogor itu.

Gubernur Jabar M Ridwan Kamil mengatakan, selain dioperasikan untuk mengangkut penumpang dan kargo, Bandara Kertajati rencana difungsikan untuk maintenance, repair, overhaul (MRO) atau perawatan pesawat.

"Bandara Kertajati difokuskan juga pada MRO sehingga semua pesawat bisa maintenance di sana. Kita tahu juga bisnis bandara itu tidak hanya penumpang, ada juga kargo dan perawatan. Tadi dibahas agar Kertajati bisnis juga pada nonpenumpang, kalau kargo sudah dimulai," kata Kang Emil sapaan akrabnya.

Kang Emil menuturkan, ada maskapai penerbangan internasional yang minat membuka MRO di Bandara Kertajati dan hal itu sudah dilaporkan kepada Presiden Jokowi, saat ia menghadiri rapat terbatas di Jakarta. "Juga saya laporkan ke Pak Presiden ada pihak penerbangan internasional di Asia yang juga berminat membuka MRO maskapainya di Kertajati," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ridwan Kamil Harap UU Energi Terbarukan Segera Diketok

Potensi Pembeli Program Gernas BBI Capai 21 Juta Orang

Kampanye Produk UKM, Teten dan Emil Berdandan Bak Bung Karno

Suami Protes, Rindwan Kamil: Ini Perintah Gubernur

Gubernur Jawa Barat: Belanja UMKM Wujud Bela Negara

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image